Rekomendasi

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Edu Park

Senin, 19 Maret 2018 : 18.52
Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Edu Park )Iwan Iswanda.hariankota)
KARANGANYAR - Sidang kasus dugaan penyimpangan pengadaan pesawat di lokasi wisata Edu Park, memasuki tahap pemeriksaan saksi. Tim jaksa penuntut umum (JPU) mengajukan sebanyak 35 orang saksi. Para saksi yang dimintai keterangan tersebut, diantaranya bupati dan wakil bupati, kepala dinas terkait, pejabat penerima hasil pekerjaan.

Kepala Kejakasaan negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo, ketika dihubungi melalui telepon selularnya, mengatakan, ke 35 orang saksi tersebut, telah dimintai keterangan, termasuk bupati dan wakil bupati serta kepala Dinas Pekerjaan Umum  yang saat ini berganti nama menjadi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Seluruh saksi sudah dimintai keteranagan di hadapan majelis hakim. Saat ini, memasuki pemerksaan ahli,” kata Suhartoyo, Senin (19/03/2018).

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa, Dwi Heru Wismanto, ketka dihubungi melalui telepon selularnya, sedianya, sidang hari Senin (19/03/2018) dengan agenda pemeriksaan ahli dari BPKP. Namun, menurut Heru, ahli dari BPKP tersebut tidak datang, dan sidang dilanjutkan pekan depan.

“ Sidang dengan agenda pemeriksaan ahli ditunda. Karena ahli dari BPKP, tidak bisa hadir karena ada kegiatan ke luar kota,” kata Heru melalui telepon selularnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sidang perdana kasus dugaan penyimpangan pengadaan pesawat di lokasi edu park, digelar di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Semarang, pada tanggal 5 Februari 2018, dengan tiga orang terdakwa, masing-masing P yang merupakan pejabat pembuat komitmen, S Direktur CV Gema Sari serta D Manager Area CV Gema Sari, sebagai rekanan pengadaan pesawat bekas di lokasi wisata Edu Park. Dalam surat dakwaannya, terdakwa di jerat dengan pasal 2 dan 3 UU 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

Kasus ini  bermula ketika Pemkab Karanganyar membangun wisata pendidikan  (edu park) di lokasi kolam renang Intanpari tahun 2014 lalu.Di lokasi wisata pendidikan tersebut, dilengkapi dengan  tiga unit pesawat, masing-masing dua unit helikopter bekas dan satu unit pesawat Boeing 727 Air Bus 200, dengan total anggaran Rp2 miliar. Namun, dalam pengadaan pesawat tersebut, terdapat  selisih harga, dan berdasarkan hasil audit  BPKP, pengadaan pesawat ini,  mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 509 juta. (Iwan Iswanda/Irawan)
Bagikan :

Video: Detik-detik Ledakan di Parkir saat Debat Capres ke-2 Berlangsung

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners