Rekomendasi

Butet Kartaredjasa dan Landung Berkolaborasi Dalam Sastra Bulan Purnama di Yogyakarta

Selasa, 27 Maret 2018 : 19.35
Published by Hariankota
Butet Kartaredjasa dan Landung Berkolaborasi Dalam Sasata Bulan Purnama di Yogyakarta (dok.hariankota)
YOGYAKARTA - Dua aktor kondang dari Yogyakarta, masing-masing Butet Kartaredjasa dan Landung Simatupang akan tampil di Sastra Bulan Purnama edisi ke 79 di Tembi Rumah Budaya, Jalan Parangtritis Km 8,5 Dusun Tembi, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Senin (2/4).

Dua aktor handal tersebut akan membacakan puisi karya Nana Ernawati, seorang perempuan penyair yang sejak tahun 1980-an sudah menulis puisi. Sejumlah karyanya sering menghiasi berbagai media cetak baik daerah maupun nasional. Sehingga wajar bila nama penyair perempuan ini sudah cukup dikenal dijagad sastra Indonesia.

Perhelatan baca puisi dengan tajuk 'Lagu Puisi Nana Ernawati' tersebut, akan dibaca tuntas oleh Raja Monolog dan aktor Landung Simatupang. Selain akan dibacakan oleh dua aktor handal dari Kota Budaya ini, puisi-puisi Nana Ernawati juga akan digubah menjadi lagu, oleh empat kelompok musik dari Yogyakarta, yang sudah terbiasa mengolah puisi menjadi lagu.

Keempat kelompok musik itu, adalah ‘Ujug-Ujug Musik’, ‘SWARAA’’, ‘Sasmyrat’ dan‘Noctturne’. Masing-masing group akan melagukan 3 puisi karya Nana Ernawati, tetapi ada yang melagukan 6 puisi karya Nana Ernawati. Dari keempat group semua sudah pernah tampil pentas di beberapa tempat di Yogyakarta, termasuk di Sastra Bulan Purnama.

''Saya merasa takjub, bahwa puisi-puisi saya bukan hanya diapersiasi, tetapi juga ditafsirkan oleh kawan-kawan secara berbeda-beda. Yang lebih menggetarkan lagi, dua aktor yang saya kagumi akan membacakan puisi saya,'' ujar Nana Ernawati, kemarin.

Seorang pecinta sastra sekaligus novelis dan penterjemah sekaligus arsitek, Endah Raharjo usai membaca publikasi Sastra Bulan Purnama di media sosial memberi komentar, ''Waduh, dewa-dewa akan turun di Tembi. Ini bakal seru,'' ucapnya.

Kelompok musik SWARAA yang dipimpin Rimawan Ardono, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Donas akan membawakan tiga lagu puisi Nana Ernawati yang berjudul ‘Angin Yang Bertami 1’, ‘Angin Yang Bertamu 2’ dan ‘Suka Cita’.

Sementara kelompok musik Ujug-Ujug musik akan membawakan 6 lagu puisi, masing-masing berjudul, 'Aku Ingin', 'Berbincang Dengan Angin', 'Mata Elang', 'Sebuah Lagu Sebuah Hati', 'Pintu-pintu langit' dan 'Saatnya'.

Sedang Nocturne membawakan 3 lagu puisi berjudul ‘Usai: saat ibu seda’, ‘Kartu Pos dari sebuah kota’ dan ‘Kau Berubah menjadi Abadi’. Sasmyrat akan membawkan 4 lagu puisi yang berjudul ‘Aku belajar mencintai darimu’, ‘Dialog Diam’, ‘Rabbana ya rabbana’, ‘Sajak Setangkai Mawar’ dan ‘Sajak Pageblug’.

Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama menjelaskan, menafsirkan puisi tidak hanya dengan dibacakan, tetapi juga bisa dilagukan atau dibuat dalam bentuk misikalisasi puisi. ''Lagu puisi dan musikalisasi puisi dua hal yang berbeda, yang pertama puisi dibuat mejadi lagu, sedang musikalisasi puisi bisa berupa membacakan puisi diiringi muisik, atau keduanya dipadukan melagukan puisi dan ditengahnya ada pembacaan puisi,'' jelas Ons Untoro.
   
Lebih lanjut Ons Untoro menjelaskan, setiap Sastra Bulan Purnama sudah sering ditampilkan lagu puisi, namun sifatnya lebih sebagai selingan ditengah pembacaan puisi. Namun kali ini, Sastra Bulan Purnama khusus menyajikan lagu puisi dari karya Nana Ernawati dan pembacaan puisi untuk selingan.

Penampilan Butet Kartaredjasa dan Landung Simatupang dalam Sastra Bulan Purnama edisi 79 dengan tajuk ‘Lagu Puisi Nana Ernawati’ akan diletakkan di tengah dan diakhir. ''Penampilan kedua aktor tesebut untuk memperkuat makna pertunjukan Lagu Puisi Nana Ernawati,'' ujar Ons Untoro.(dab/dwi indah)
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More