Rekomendasi

Chris Barnes Mampir IIEF di UMY, AAI Ramai

Jumat, 09 Maret 2018 : 21.46
Chris Barnes Mampir IIEF di UMY, AAI Ramai (Foto:Danang/hariankota)
YOGYAKARTA - Indonesia International Education Fair kembali dihelat di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pameran pendidikan dan beasiswa pemerintah melalui kementristekdikti itu kerjasama Perhimpunan Pelajar Indonesia se Dunia (PPI Dunia) dengan Indonesia Global Education Network (IGEN).

Berbagai perguruan tinggi terbaik dari dalam dan luar negeri menyemarakkan acara yang digelar pagi tadi. Tak hanya dari Indonesia sebagai tuan rumah, ada beberapa negara seperti Australia, Jepang, Swedia, Irlandia, Thailand, Amerika Serikat, Inggris, Hongkong, Swedia dan masih banyak lagi.

Ribuan pengunjung mendatangai stand dari berbagai perguruan tinggi ternama. Mereka mencari informasi mengenai pendaftaran kampus, mengurus dokumen ijin tinggal hingga informasi detail terkait universitas terbaik.

Salah satu pengisi stand di acara tersebut tersebut adalah Australia Awards Scholarships yang menyambut baik ajang pameran pendidikan dan beasiswa ini. Konsulat Jenderal Australia untuk area Jatim, Jateng dan DIY, Chris Barnes menyempatkan hadir langsung di booth Australia Awards.

Chris juga berinteraksi langsung dengan pengunjung yang mencari informasi. Ia sangat senang dengan antusiasme pengunjung mencari tahu universitas di Australia.

"Beliau juga tak kalah antusias menjawab pertanyaan pengunjung seputar pendidikan di Australia," kata salah satu penjaga stand Australia Awards yang juga sebagai alumni, Ima Widyastuti, Jum'at (9/3/2018).

Dosen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta ini tak sendiri dalam menjaga stand. Namun, ada tiga rekannya yang juga alumni Australia Awards Scholarship , yakni Hartono (Universitas Sanata Dharma), Faruq Abdul Haqi (UIN Surabaya) dan Yuki Rahmayanti (Sweet Sundae).

Communication Coordinator, Nuzulia Latifah, mengatakan bahwa empat alumni dan satu relawan (Andromeda dari Sweet Sundae) turut membantu menyebarkan informasi terkait beasiswa Australia Awards Scholarships dan berbagi pengalaman mereka ketika tinggal dan belajar di Australia kepada para pengunjung pameran.

"Dengan aktif mempromosikan beasiswa dari pemerintah Australia ini,  diharapkan lebih banyak masyarakat Indonesia yang mengetahui keberadaan beasiswa ini dan bisa memanfaatkan secara maksimal," katanya.

Banyak sekali pengunjung yang menanyakan persyaratan untuk mendapat beasiswa ini.

"Informasi yang paling sering dicari pengunjung adalah persyaratan untuk mendapat beasiswa, seperti IPK 2,9, Skor TOEFL 525 / IELTS 5,5 untuk S2. Sedang untuk S3, skor TOEFL  yang diminta adalah 550 atau IELTS 6,0," katanya.

"Namun,  yang paling menarik adalah,  Australia Awards Scholarship tidak memberikan batasan usia untuk mendaftar dan berapa kali ikut mendaftar.  Jadi,  misal sekali gagal,  ya dicoba lagi,  tanpa ada batas maksimal, " lanjut Mbak Ully,  sapaan akrab Nuzulia Latifah.(dab/Dwi Indah)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners