Rekomendasi

Diduga Salah Tangkap, Satpol PP Digugat

Rabu, 28 Maret 2018 : 20.48
Diduga Salah Tangkap, Satpol PP Digugat (Iwan Iswanda/hariankota)
SRAGEN - Penangkapan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sragen terhadap 13 wanita di komplek wisata Gunung Kemukus pada tanggal 21 Februari 2018 lalu, berbuntut panjang. Ke 13 wanita yang diamankan ini, secara resmi  mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Sragen Selasa (27/3/2018).

Ketigabelas wanita yang dianggap sebagai PSK itu menggugat Kepala Dinas Satpol PP Sragen sebagai termohon I dan Kepala Panti Pelayanan Sosial Wanita “Wanodyatama” Solo sebagai termohon II. Gugatan diajukan melalui tim kuasa hukum dari Law Office Tyas Tri Arsoyo & Partners Solo.

Suroso, salah satu tim penasehat hukum ke 13 wanita salah tangkap tersebut, kepada wartawan, mengatakan,   gugatan praperadilan itu diajukan terkait dengan tindakan penangkapan oleh Tim Satpol PP Sragen dan Tim Pemkab yang dikoordinir Wabup Sragen pada malam tanggal 21 Februari 2018 lalu dinilai melanggar prosedur karena melalui penggerebekan tanpa menunjukkan dokumen penangkapan.

“Saat digerebek, mereka ini sedang tidur.  Pada saat merazia apakah mereka bertindak sebagai PSK karena faktanya dari yang ditangkap itu ada yang ternyata jualan mie ayam dan pembantu rumah tangga,” ujar Suroso didampingi Tyas usai mendaftarkan gugatan, Selasa (27/03/2018).

Menurut Suroso, terhadap PSK sekalipun, razia dan operasi memiliki  serta yidak serta merta dapat dilakaukan penangkapan  tanpa disertai dasar pelanggaran yang dilakukan.

“ Peraturan Gubernur (Pergub) yang dijadikan dalih menangkap dan menahan mereka, tidak  bisa dibenarkan dari aspek hukum.Mereka ini manusia bukan barang. Semua ada aturannya dan tidak  bisa main hakim sendiri. Kalau pun terhadap PSK, seandainya dirazia dan ditahan pun tidak boleh lebih dari 24 jam, harus segera ditindaklanjuti dengan Tipiring. Mereka sudah  ditahan sejak 21 Februari 2018 dan sampai sekarang tidak ada kejelasan,” tegasnya.

Sementara itu, Agus, salah satu petugas PN Sragen, membenarkan adanya pendaftaran gugatan praperadilan tersebut. Gugatan itu juga menjadi yang pertama dalam sejarah Sragen terhadap penyidik PNS dalam melakukan razia dan menahan obyek terazia.

 Terpisah, Kepala Dinas Satpol PP Sragen, Tasripin ketika dikonfirmasi mengatakan,  persoalan razia dan pengiriman 14 PSK ke Solo itu sepenuhnya menjadi kewenangan dinas sosial. (Iwan Iswanda/gun)
Bagikan :

Video: Detik-detik Ledakan di Parkir saat Debat Capres ke-2 Berlangsung

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners