Rekomendasi

Nyepi, Bali Sehari Tanpa Akses Internet

Rabu, 07 Maret 2018 : 22.55
DENPASAR - Pro kontra seruan bersama majelis agama yang antara lain meminta penyedia jasa seluler agar mematikan data seluler (internet) pada Hari Raya Nyepi mendapatkan dukungan dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Pastika setuju akses internet dimatikan pada pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940, Sabtu 17 Maret hingga Minggu 18 Maret 2018 mendatang.

"Di dalam nyepi itu ada Catur Brata penyepian. Antara lain, tidak bepergian, tidak, bekerja, tidak melakukan senang-senang dan tidak menyalahkan api. Jadi ada empat hal, itu kita lakukan," ucapnya di Denpasar, Rabu (7/3/2018) sore.

Pihaknya menilai imbauan untuk memutus sementara akses internet selama perayaan Nyepi adalah hal yang positif dan harus dihormati. Menurutnya, tidak ada orang yang mati hanya karena sehari tanpa internet. Pihaknya berharap, masyarakat tak bereaksi terlalu serius dan menjadikannya perdebatan.

Bali selama ini,ungkap Pastika, dikenal dunia karena keunikannya, terutama dengan adat budaya dan agamanya. Jika nantinya tidak mengakses internet malah Bali juga ikut menyelamatkan planet bumi dari kekurangan energi dan polusi.

"Saya setuju, Bali itu bisa laku di dunia karena unik. Kita memang tidak hebat dalam arti kita besar, mewah tidak modern. Bukan karena itu, Bali itu menarik di dunia karena punya taksu. Taksu itu, artinya getaran spiritual yang muncul dari tanah Bali dan perilaku kita terutama adat budaya dan agama," imbuhnya.

Pastika juga meminta, kesadaran dari semua pihak yang ada di Bali. Untuk ikut menghormati Hari Raya Nyepi. Karena Nyepi dilakukan satu kali 24 jam. Dia juga mengimbau agar pihak pengelola hotel tidak melakukan aktivitas yang mengganggu keheningan Hari Raya Nyepi.

"Jangan membuat pesta, mereka juga harus menghargai umat Hindu yang melaksanakan Catur Bratha Penyepian," tutupnya. (Made Sugandha/gun)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners