Rekomendasi

Pasca Demo Tolak PT RUM, Polisi Kembali Tangkap Empat Aktivis Warga Sukoharjo

Rabu, 14 Maret 2018 : 16.30
Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi (foto. Sapto Nugroho)
SUKOHARJO - Setelah penangkapan tiga aktivis terkait aksi demo penolakan operasional PT Rayon Utama Makmur yang berujung anarkis hingga mengakibatkan beberapa fasilitas pabrik rusak dan terbakar. Kali ini masih dalam kasus yang sama, Polisi kembali menangkap empat tersangka baru.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi saat di konfirmasi, Rabu (14/3/2018) membenarkan, bahwa pihaknya telah melakukan upaya paksa penangkapan terhadap empat warga Sukoharjo bekerjasama dengan Direktorat Reskrimum Polda Jateng dan Bareskrim Mabes Polri.

"Empat warga ini, kami pisahkan menjadi dua jenis tindak pidana. Dua orang BHW (54) dan DTW (35) tersangka pelanggaran UU ITE dan dua berikutnya adalah BYN (19) dan SES (36) dijerat pasal 170 ayat 1 KUHP (perbuatan pengrusakan)," jelas Kapolres.

Penangkapan, menurut Kapolres merupakan hasil pengembangan dari penangkapan tiga orang sebelumnya (S,K dan MHP). Dan saat ini mereka sudah dibawa ke Polda Jateng Semarang untuk dilakukan tindakan lanjutan berupa pemeriksaan.

"Untuk pelanggaran UU ITE akan ditangani Bareskrim Mabes Polri, sedang pelanggaran pasal 170 ditanggani Direskrimum Polda Jateng bekerjasama dengan Reskrim Polres Sukoharjo," jelasnya.

Dalam kasus ini, untuk penanganan proses hukum selanjutnya, kepada para tersangka baik tempat penahanan hingga persidangan, Kapolres menyebut akan dilakukan di Semarang.

Lebih lanjut dijelaskan, terkait alasan penerapan pelanggaran UU ITE dalam penangkapan terhadap BHW dan DTW kata Kapolres hal itu merupakan hasil penyelidikan Bareskrim.

"Polri melangkah dengan upaya paksa penangkapan dengan bukti-bukti yang cukup. Tentunya, sejauh ini Bareskrim sudah melakukan maping mengenai sarana yang digunakan BHW dan DTW dalam melakukan tindakan-tindakan yang patut diduga telah melanggar UU ITE tentang konten-konten yang berisi ujaran kebencian dan berbau Sara," tandasnya.

Terpisah, menanggapi atas penangkapan tersebut, salah satu anggota Tim Independen Muhammadiyah, Eko Pujiatmoko mengungkapkan keprihatinan dan empatinya.

"Kepolisian tentu mempunyai dasar pijakan atas penangkapan hari ini (Rabu), dan kami tetap akan menghadirkan keadilan maupun pembelaan dengan cara yang diatur oleh Undang-Undang," katanya.

Selain itu, Eko yang juga menjabat Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sukoharjo ini mengatakan, hari ini (Rabu) Tim Independen Muhammadiyah akan berkoordinasi dengan LBH Semarang dan Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Muhammadiyah untuk melanjutkan advokasi terhadap tiga orang yang sudah tertangkap sebelumnya.

"Atas peristiwa hari ini, tentu kami akan menentukan langkah terbaik," pungkasnya (Sapto Nugroho/Gun)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners