Rekomendasi

Pemuda Pancasila Yogyakata Dukung Sultan HB Cawapres 2019

Minggu, 18 Maret 2018 : 19.28
YOGYAKARTA - Tokoh masyarakat yang juga Ketua Pemuda Pancasila Daerah Istimewa Yogyakarta, Faried Jayen Soepardjan sangat mendukung jika Sultan HB X maju sebagai kandidat Cawapres 2019. Itu sejalan mengikuti jejak ayahnya, Sultan HB IX yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden yang  ke-2 di tahun 1973-1978 silam.

"Secara pribadi, tidak mewakili organisasi manapun, saya sangat mendukung jika beliau meneruskan perjuangan ayahanda (Sultan HB IX,red)," katanya saat ngobrol bareng wartawan dikediamannya, kemarin.

Sebagai warga Yogya, Faried sangat senang jika Raja Kraton sekaligus Gubernur DIY itu memberikan sumbangsih dan pengabdian untuk negeri ini. Namun, kata dia, semua kembali pada Sultan HB X dalam menentukan sikap.

Saat ditanya status Sultan sebagai Gubernur sudah sesuai UU No 13/2012 terkait Keistimewaan DIY, Faried mengembalikan pada masyarakat juga pihak-pihak yang berkepentingan. Dia mengakui jika dalam peraturan itu jabatan Gubernur DIY wajib dipegang oleh Raja Kraton yang berkuasa.

Begitu juga soal pilihan apakah akan mendampingi Jokowi yang saat ini menjabat Presiden atau mendampingi Prabowo Subianto yang tak lain Ketum Partai Gerindra. Faried mengaku tetap akan mendukung Sultan HB X jika maju sebagai kandidat dalam Pilpres 2019.

"Kita kembalikan ngarsodalem (Sultan HB X), mau tidak maju sebagai Cawapres," kata Faried yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (DPP PKPI DIY) ini.

Beberapa waktu lalu, Ketua DPD Partai Gerindra DIY Brigjend TNI (Purn) Nuryanto mewacanakan Sultan HB X dapat mendampingi Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan pada beberapa wartawan saat mendeklarasikan Ketum Gerindra Prabowo kembali maju sebagai Capres pada Pilpres 2019 nanti.

"Pasangan yang menarik, dan berpeluang bisa memenangi Pilpres," kata Romo Nur yang masih memiliki trah darah biru dari keturuan ningrat di Kraton Yogyakarta ini.

Sosok Sultan, kata dia, punya keberanian luar biasa dalam melindungi rakyatnya. Dia memberi contoh perihal tidak boleh warga non pribumi memiliki tanah atas nama pribadi di Yogyakarta.

"Ngarsodalem (Sultan HB X) menjawabnya dengan lugas. Kalau tanah boleh dimiliki non pribumi, rakyat asli DIY akan terpinggirkan. Warga asli hanya akan menempati rumah di kolong-kolong jembatan," katanya menirukan Sultan HB X.

Sultan HB X dinilai berani membela rakyatnya agar tidak sengsara. Nuryanto mengaku, nama  Sri Sultan HB X sebagai pendamping Prabowo Subianto baru sebatas wacana.

"Ini kan baru wacana, keputusannya ada pada beliau-beliau (Prabowo dan Sultan HB X)," katanya.(dab/irawan)


Bagikan :

Video: Detik-detik Ledakan di Parkir saat Debat Capres ke-2 Berlangsung

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners