Rekomendasi

Polres Sragen Dalami Penyeraangan Terhadap Santri Pondok Pesantren

Minggu, 18 Maret 2018 : 19.53
Published by Hariankota
Polres Sragen Dalami Penyeraangan Terhadap Santri Pondok Pesantren (Foto: Iwan Iswanda/hariankota)
SRAGEN - Kepolisian resor (Polres) Sragen terus mendalami kasus penyerangan terhadap  Udin (17)  santri di Pondok Pesantren Raudlatul Falah Dukuh Karangdowo, RT 26, Desa Kecik, Tanon Rabu (14/3/2018). Kondisi Udin (17), santri yang menjadi korban meski sempat menjalani perawatan, saat ini, kondisinya mulai membaik.

 Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, mengatakan, paska kejadian, tim Polres langsung mendatangi TKP dan meminta keterangan para santri yang mengetahui kejadian tersebut.

Menurut Kapolres, berdasarkan  keterangan saksi-saksi, proses pemukulan Udin (17) dipukul di bagian perut, kemudian  ditimpa pakai sekarung gabah,”  terang Kapolres, belum lama ini.

Dijelaskan Kapolres,  korban sempat dibawa ke Puskesmas, lalu dirujuk ke RS Yakssi Gemolong dan kemudian dipindah ke RS Amal Sehat untuk menjalani USG. Hasil dari USG, tidak ada luka lebam dan hanya mengalami luka di bagian perut.

“ Saat ini, kondisinya sudah membaik. Sudah bisadiajak komunikasi dan memberikan keterangan dengan lancar,” tuturnya.

Kapolres juga mengungkapkan,  mengatakan keterangan saksi-saksi termasuk pimpinan Ponpes, Kyai Umar Fauzi (60), korban memang tidak bisa mengenali siapa pelakunya.  Karena pada saat melakukan aksi pemukulan, pelaku  menutupi korban dengan sarung.

 Terpisah, pimpinan Ponpes Raudlatul Falah,  Umar Fauzi (60) mengatakan, selama 15 tahun berdiri,  mengajarkan ilmu keagamaan lazimnya di Ponpes pada umumnya. Sebelumnya,  memang sudah sering ada aksi sabotase dari oknum tak dikenal dalam bentuk merusak lampu tempat mengaji,  atau merusak saklar di musala.

Sebagaimana diketahui, penyerangan misterius menimpa santri di Pondok Pesantren Raudlatul Falah di Dukuh Karangdowo RT 26, Desa Kecik,  Kecamatan Tanon,  Rabu (14/3/2018). Akibat penyerangan itu melukai santri bernama Udin (17) asal Wonosobo.

Santri itu terpaksa dilarikan ke Puskesmas karena mengalami luka serius. Pelaku diketahui satu orang dan diketahui memakai pakaian tertutup warna hitam. Santri dan warga mengaku sempat mengejar namun pelaku mendadak diketahui menghilang di dekat sungai yang berjarak 100 meter dari lokasi pondok.  (Iwan Iswanda)
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More