Rekomendasi

Pungli IMB, Kades Ini Terancam 20 Tahun Hidup Di Bui

Senin, 12 Maret 2018 : 19.55
Loading...
ilustrasi
BOYOLALI - Jajaran Polres Boyolali melalui Unit Tipikor Sat Reskrim melakukan pelimpahan berkas perkara tahap dua terhadap tersangka kasus pungli, seorang Kepala Desa (Kades) Teras, Kecamatan Teras, Boyolali dengan inisial HDW.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andi diwakili Kasat Reskrim AKP Willy Budiyanto, dalam rilis yang diterima awak media, Senin (12/3/2018) menyampaikan, dalam berkas perkara tahap dua ini yang diserahkan ke Kejaksaan Negeri Boyolali adalah pelimpahan tersangka dan barang bukti.

HDW ditetapkan sebagai tersangka berkaitan jabatannya sebagai pegawai negeri atau penyelenggara negara dimana telah menyalahgunakan kekuasaan untuk memaksa orang memberikan sesuatu, membayar atau menerima pembayaran dengan potongan atau mengerjakan sesuatu bagi dirinya.

"Kasus ini berawal dari warga yang melapor kepada Gubernur Jateng melalui media sosial. Inti dari laporan adalah adanya dugaan pungutan liar dalam penerbitan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) di Desa Teras," sebut Kasat Reskrim.

Laporan tersebut lanjut Kasat Reskrim lantas ditindak lanjuti tim saber pungli Propinsi yang kemudian diarahkan ke unit Tipikor Sat Reskrim Polres Boyolali.

Oleh Unit Tipikor kemudian dilakukan penyelidikan. Dan hasilnya perkara dugaan pungli yang melibatkan tersangka HDW tersebut bisa ditingkatkan ke proses penyidikan dan dibuatlah Laporan polisi nomor : LP/A/74/V/2017/JTG/RES BYL tanggal 19 Mei 2017.

"Dari hasil penyidikan, kemudian penyidik menetapkan kades Desa Teras, Kecamatan Teras sebagai tersangka," terangnya.
.
Selain menahan kades yang masa jabatannya habis pada tahun ini tersebut, Polisi juga melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa, dokumen-dokumen, kwitansi serta uang tunai diduga hasil kejahatan pungli sebesar Rp. 110,612 juta.

Atas perbuatannya,terangka dijerat Pasal 12 huruf e UURI No 31 Tahun 1999 sebagaimana sudah diubah dalam UURI No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 th penjara dan denda paling sedikit Rp 200 juta paling banyak Rp 1 miliar. (Sapto Nugroho/gun)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners