Rekomendasi

Tingkatkan Mutu Tenaga Ajar PTS, APTISI Jateng Gelar Sosialisasi Sertifikasi Dosen

Selasa, 13 Maret 2018 : 22.53
Tingkatkan Mutu Tenaga Ajar PTS, APTISI Wilayah VI Jateng Gelar Sosialisasi Sertifikasi Dosen (Foto: Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO - Bertempat di kampus Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) wilayah VI Jawa Tengah Komisariat II Surakarta menggelar sosialisasi sertifikasi dosen (Serdos) 2018.

Selain diikuti dosen dari Univet Bantara, beberapa dosen dari Perguruan Tinggi lain juga nampak hadir menjadi peserta sosialisasi.

"Tentunya kami berharap dengan sosialisasi ini dapat meningkatkan tenaga pengajar yang kompeten dan berkualitas," ucap Rektor Univet Bantara, Ali Mursyid usai membuka acara dikampus setempat, Selasa (13/3/2018).

Serdos sesuai persyaratannya baru bisa diikuti bagi dosen yang sudah memiliki jabatan fungsional akademik (Jafa). Adapun di Univet menurut Rektor sudah ada peningkatan jumlah dosen yang bersertifikasi.

"Alhamdulilah setelah dua tahun lalu kami melakukan program percepatan Jafa, itu effeknya luar biasa. Jadi setiap dosen diberi pendamping untuk mengevaluasi diri, apakah sudah memenuhi syarat atau belum untuk mengajukan Jafa," terang Rektor.

Dari penerapan program tersebut selama dua tahun, Rektor menyebut hingga kini presentasi jumlah dosen Univet Bantara yang bersertifat telah mencapai sekira 60 persen dari 106 dosen yang ada.

"Mudah-mudahan untuk tahun ini kami bisa memacu, dan biasanya Serdos itu ada daftar urutan kepangkatan. Kebetulan di Univet sendiri pangkat terendah pun sudah memenuhi syarat untuk ikut Serdos," katanya.

Sementara Koordinator Kopertis Wiayah VI Jateng, Dwi Yuwono Puji Sugiharto atau akrab disapa DYP Sugiharto menyampaikan, sertifikasi selain mendapatkan insentif, juga untuk memacu dosen meningkatkan kualitas mengajar.

"Insentif ini diberikan oleh pemerintah tiap triwulan selama yang bersangkutan aktif mengajar hingga umur pensiun nanti," jelasnya.

Hanya saja, kepada peserta sosialisasi ditekankan agar dalam menyusun Deskripsi Diri (DD) menghindari unsur plagiarisme (meniru karya orang lain). Sugiharto menyebut banyak yang gagal hanya karena persoalan ini.

"Tak peduli itu pasangan suami-istri yang sama-sama dosen kemudian saling mencontek, maka itu pasti akan ketahuan. Kalau sudah menyangkut Serdos harus bisa pisah dulu," tandasnya.

Perlu diketahui, Serdos diberikan bagi yang telah memiliki persyaratan antara lain, sudah mengabdi selama dua tahun atau mengajar minimal 12 sks, CV, deskripsi diri (DD), SK pengangkatan mengajar, absensi, serta ijazah S1, S2 dan S3.

Nantinya, berkas peryaratan diserahkan ke Pusat Peningkatan dan Jaminan Mutu (PPJM) untuk selanjutnya dilakukan proses seleksi berkas oleh tim asesor. (Sapto Nugroho/Dwi Indah)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners