Rekomendasi

Vonis Terhadap Oknum Guru Lakukan Pelecehan: Kemenag Tunggu Putusan Hukum Tetap

Senin, 12 Maret 2018 : 13.05
Loading...
ilustrasi
KARANGANYAR - Kementerian agama (Kemenag) Karanganyar belum memutuskan sanksi terhadap AS yang telah divonis Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar selama tujuh tahun penjara dalam kasus pelecehan seksual yang dilakukan terhadap anak didiknya sendiri di salah satu sekolah yang berada di bawah Kemenag.

Kepala Kemenag Karanganyar, Mustain Ahmad kepada hariankota.com mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan hukum tetap dari pengadilan terhadap yang bersangkutan. Menurutnya, AS sudah dapat sanksi berupa pembebasan tugas sejak adanaya kasus ini.

“Kita masih menunggu keputusan hukum tetap. Apalagi saat ini, AS melalui kuas hukumnya mengajukan banding. Kita tunggu hasilnya seperti apa. Jika sudah ada keputusan hukum tetap, baru sanksi kita berikan,” kata Mustain, Senin (12/3/2018).

Dijelasknnya, sanksi yang akan dijatuhkan kepada AS, mulai dari teguran lisan, dan diberikan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat. “Kita tunggu saja putusan hukum tetapnya. Yang jelas yang bersangkutan sudah kita berikan sanksi awal,” tegasnya.

Sebelumnya, PN Karanganyar, menjatuhkan vonis tujuh penjara terhadap AS. Vonsi ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut terdakwa dengan tuntutan Sembilan tahun penjara.

Dalam amar putusannya, terdakwa AS terbukti bersalah melanggar pasal pasal 82 ayat 2 ayat 4 UU 35 tahun 2014 jo Perpu No No 16 Tahun 2016 tentang perlindungan anak. Atas putusan tersebut, melalui penasehat hukumnya, AS melakukan banding.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, perbuatan asusila dan pelecehan seksual tersebut, dilakukan AS di ruang kelas III salah satu sekolah dasar (SD) di Kabupaten Karanganyar (10/8/2017) lalu.

Modus yang digunakan AS, dengan memanggil satu persatu korban ke meja guru. Kemudian para korban dipangku. Pada saat dipangu itulah, lanjut Kapolres, AS melakukan pelecehan terhadap korban dengan cara meraba kelamin korban.

Usai melakukan pelecehan, AS memberikan uang sebesar Rp 2000 serta mengancam agar korban tidak melapor kepada siapapun. Namun para orang tua yang tidak menerima perlakuan AS, langsung melaporkan ke Polres Karanganyar. (Iwan Iswanda/Gun)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners