Rekomendasi

Walah, Satu Keluarga Pengedar Uang Palsu Alhasil dibekuk Polisi

Rabu, 21 Maret 2018 : 22.15
Published by Hariankota
istimewa
SRAGEN - Kepolisian resor ( Polres) Sragen mengungkap sindikat pengedar uang palsu yang silakukan oleh satu keluarga, Rabu (21/03/2018).

Sindikat pengedar upal yang diamankan tersebut,diantaranya,Sujintoro (51) warga Dukuh Jimbar Kulon RT 1/5, Guworejo,Karangmalang,putrinya Yunarmi alias Yunna (20), dan ibunya yang diketahui sebagai resedivis.

Turut diamankan pula seorang tersangka lain yakni Hartatik alias Tatik (30) warga Jalan Pangeran Antasari RT 1/3, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Air Putih, Samarinda, Kaltim, sekarang berdomisili di Dukuh Banaran RT 1/5, Desa Sriwedari, Karanganyar, Ngawi Jatim, yang ikut mengedarkan upal.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, kapada wartawan mengatakan, terungkapnya sindikat ini berawal dari  penangkapan dua tersangka yakni Tatik dan Yunna saat beraksi di wilayah Sukodono, Rabu (21/3/2018) pagi.

Keduanya beraksi sebagai pembeli yang bergerilya membelanjakan upalnya ke sejumlah pedagang Pasar Jatitengah, Kecamatan Sukodono.

“Kedua tersangka ditangkap pukul 09.15 WIB hari ini saat membelanjakan uang palsunya ke sejumlah pedagang di Pasar Jati Tengah, Sukodono Sragen,"ujarnya.

 Menurut Kapolres  tersangka ditangkap berkat pengaduan sejumlah pedagang yang pagi itu sempat dibelanjai oleh keduanya. Pecahan uang yang diduga palsu dan dibelanjakan adalah lembaran dengan nominal Rp 50.000an.

Pelaku sempat belanja ke dua pedagang yakni Wartini (45) dan Sri Wahyuni (50). Keduanya kemudian curiga setelah menerima uang kertas Rp 50.000an dari kedua tersangka yang dirasa berbeda dari uang pada umumnya.

Setelah itu keduanya melapor ke petugas. Dari penggeledahan terhadap tersangka lokasi kejadian, tim mengamankan total 42 lembar uang palsu bernilai Rp 50.000an ribu dengan total Rp 2,1 juta.

“Modus yang digunakan mereka membelanjakan uang palsu itu ke pedagang untuk mendapatkan kembalian uang asli. Ternyata si pedagang curiga kok uang yang dibayarkan pelaku ini berbeda. Sepintas memang terlihat mirip tapi ketika dicek dengan seksama, ada bedanya,” terang Kapolres.

Dari hasil pengembangan, lanjut Kapolres akhirnya dilakukan pengembangan untuk mengusut pemasoknya. Menurut AKBP Arif, dari hasil pengembangan, tim berhasil mengurai mata rantai sindikat yang ternyata digawangi oleh orangtua Yunna, yakni Sujintoro.

Tim langsung bergerak cepat melakukan pelacakan dan menangkap tersangka di rumahnya di Jimbar, Guworejo, Karangmalang. Dari pengembangan, terbongkar pula bahwa aksi pengedar upal itu memang
dilakukan oleh satu keluarga.

" Kita masih terus mengembangkan kasus ini. Para pelaku kita jerat dengan pasal 36 (3) UU RI NO 7/2011 tentang mata uang," tandasnya. (Iwan Iswanda/gun)
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More