Rekomendasi

Marak Hastag 2019 Ganti Presiden, Ini Kata Fahri Hamzah

Senin, 16 April 2018 : 16.58
Marak Hastag 2019 Ganti Presiden, Ini Kata Fahri Hamzah (Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dalam kegiatan safari politiknya di Kabupaten Sukoharjo dengan tema Netizen Ngopi Bareng Fahri Jilid 14 yang dihadiri anak - anak muda pegiat media sosial se- Soloraya ditodong sejumlah pertanyaan. Diantaranya yang sedang hangat adalah maraknya Hastag 2019 Ganti Presiden.

"Saya kira ya, memang ada persoalan di sistem pemerintahan Pak Jokowi. Kita bicara secara terbuka, karena ini adalah dunia demokrasi, jadi tidak ada 'nothing personal'. Tidak ada yang kita katakan ini pribadi orang, karena toh yang dipilih masyarakat ya itulah  pilihan masyarakat."jawab Fahri Hamzah kepada netizen yang hadir di Wedangan Omah Kayu, Sapen, Mojolaban, Sukoharjo,Jawa Tengah.

Pada dasarnya lanjut salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, manusia sama saja. Apalagi dijaman sekarang, menilai pemimpin itu nggak salah lagi. Dulu dijaman Orde Baru tidak boleh ada kritik tajam, karena bisa masuk ranah subversif. Orang bisa hilang (diculik)

"Nah sekarang, kalau memakai kultur (kritik) orang Sumbawa (asal kelahiran Fahri) terus terang saya mengatakan, Pak Jokowi banyak kelemahan, tapi bahayanya itu disekitar dia tidak ada tim yang memperkuatnya. Orang - orang ini kerjanya menjilat semua. Tidak ada yang berani memberi advokasi atau advice untuk memutar haluan supaya konfiden (kepercayaan ) Presiden itu betul - betul kuat. Rata - rata ini cuman muji - muji aja."katanya

Fahri pun memberi gambaran salah satu contoh tentang tidak adanya masukan dari tim saat Presiden Jokowi dihadapan para relawan pendukungnya menanggapi pertanyaan maraknya kaos dengan Hastag 2019 Ganti Presiden.

"Jawaban Pak Jokowi kemaren dihadapan relawannya itu kan sangat dangkal semua. Hal - hal yang kalau di argumen balik mudah sekali dipatahkan. Padahal yang mau ditagih oleh rakyat itu nanti adalah janji dia."tandasnya

Janji Jokowi itu sebut Fahri jelas ter-record (terekam). Bahkan dalam Undang - Undang tentang pasal kebohongan publik dinyatakan apabila seorang pejabat negara menjanjikan sesuatu dihadapan rakyatnya dan tidak dipenuhi maka itu bisa masuk pasal kebohongan publik.

"Ini kok nggak ada gitu loh, satu -satu yang mengeksekusi. Janji mau buy back Indosat, mana penjelasannya, macem - macem itu. Terus soal janji kabinet ramping, termasuk pernyataan ekonomi meroket dan sebagainya."

"Tidak ada penjelasannya, sampai akhirnya menggelegak dipikiran orang hingga munculah hastag - hastag seperti itu yang menggangu, karena Presiden tidak menjawab. Kalau dia punya tim yang kuat, tiap pagi pasti akan berbicara kepada media, (untuk) tutup mulut oposisi itu semuanya." ujarnya.

Ditegaskan Fahri,apa yang disampaikannya bukan bertujuan untuk menjelek - jelekan, oleh karenanya dia berani mengatakan persoalan tersebut secara terbuka tanpa tujuan negatif.

"Kalau saya punya maksud jelek, tentu saya nggak akan ngasih terang - terangan. Mending saya diam saja. Ya kan."ungkapnya

Sementara, turut hadir di acara itu Fadli Zon yang juga Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Gerindra. Dia menambahkan sebagai partai oposisi di pemerintahan pihaknya tetap berkomitmen untuk kritis kepada pemerintah demi kebaikan bangsa.

"Untuk itu, kami tetap percaya diri, 2019 nanti Pak Prabowo sebagai Presiden RI," tegasnya (Sapto Nugroho/irawan)


Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners