Rekomendasi

Menunggu Pertarungan Leg Kedua Prabowo Subianto - Jokowi

Kamis, 12 April 2018 : 13.48
Published by Hariankota
Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto resmi maju kembali dalam Pemilihan Presiden tahun 2019 mendatang. Mandat itu diberikan Gerindra kepada Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerindra yang berlangsung di rumahnya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu 11 April 2018.

Praktis, pemberian mandat pada Prabowo untuk kembali maju dalam Pilpres nanti, sekaligus sinyal yang diberikan pada Jokowi bila keduannya akan kembali bertemu.

Namun, meski pertarungan ulang dengan Joko Widodo di gelanggang pilpres bakal terulang, hingga kini pendukung keduanya di leg kedua nanti masih abu-abu. Sebab, baru beberapa parpol saja yang sudah memastikan ikut masuk arena pertarungan dengan mendukung capres.

Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan keputusan mengusung Prabowo diambil usai mendengarkan aspirasi seluruh kader Gerindra yang hadir dalam rakornas. Prabowo mendapatkan dukungan satu suara bulat untuk kembali maju sebagai capres dari Partai Gerindra.

Apalagi yang hadir pada rakornas adalah pemegang suara seluruh Indonesia dan mereka memberikan mandat agar Prabowo maju. Bahkan mereka yang hadir juga menyampaikan aspirasinya, terkait Pilpres 2019 yang sudah di depan mata.

Namun untuk nama calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo masih belum bisa disebutkan. Karena memang, kata Dasco, pihaknya masih perlu waktu untuk melakukan proses. Karena bagaimanapun, cawapres yang dipilih juga harus memberikan pengaruh positif terhadap elektabilitas Prabowo.

"Kami masih perlu waktu untuk memprosesnya (cawapres). Pastinya jika sudah ada keputusan soal nama cawapres akan kami sampaikan. Kalau sekarang cawapres masih perlu proses," terang Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI tersebut melalui pesan singkatnya pada wartawan,Kamis (12/4/2018).


Bagimana respon partai yang selama ini selalu melangkah bersama dengan Partai Gerindra?

Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman menyambut baik sikap Ketua Umum Prabowo Subianto yang sudah menyatakan siap mencalonkan diri sebagai presiden dalam Pilpres 2019.

Sohibul memastikan, partainya siap berkoalisi dengan Gerindra untuk mengusung Prabowo.

Namun, dengan syarat, Prabowo harus menggandeng salah satu dari sembilan kader PKS yang sudah ditetapkan sebagai bakal calon presiden/wakil presiden.

"PKS siap koalisi dengan Gerindra dengan salah satu syarat adalah cawapres diambil dari kesembilan kader PKS tersebut," kata Sohibul saat dihubungi wartawan, Kamis (12/4/2018).

Sohibul mengatakan, setelah Prabowo menyatakan siap menjadi capres dalam rapat koordinasi Partai Gerindra kemarin, akan ada pembicaraan lebih fokus terkait siapa di antara sembilan kader PKS yang akan jadi cawapres Prabowo.

"Kami berharap kurang dari sebulan ini hal tersebut menjadi jelas," kata Sohibul

Adapun sembilan kader PKS yang dimaksud adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Kemudian, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al'Jufrie, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Prabowo Subianto - Gatot Nurmantyo
Lantas bagimana nasib Gatot Nurmantyo dengan pemberian mandat pada Prabowo Subianto oleh Partai Gerindra

Sebelumnya sempat muncul Gatot untuk diberi mandat. Nama Gatot itu dihembuskan oleh Ketua DPP Gerindra Desmond J Mahesa. Gatot sendiri setelah pensiun memang belum bergabung dengan partai politik manapun. Sosok Gatot sering masuk dalam survei capres yang dibuat sejumlah lembaga. Namun memang persentasenya masih rendah, jauh di bawah Prabowo Subianto.

Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra sebelumnya menyebut Gatot tetap berpeluang jadi capres meski persentasenya masih kecil. Relawan pendukung Gatot yang tergabung dalam Gatot Nurmantyo untuk Rakyat (GNR) juga telah mendatangi PBB.

"Kalau kita lihat sekarang pintu untuk maju pencalonan presiden dan wakil presiden seperti sudah dibatasi undang-undang. Hanya mereka yang mempunyai suara gabungan 20-25 persen suara sah nasional, tapi kemungkinan selalu terbuka saja. Politik kan longgar," kata Yusril di kantor DPP PBB, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin 9 April 2018.

Kini pintu untuk Gatot nyapres dengan dukungan Gerindra agaknya sudah tertutup. Gatot harus bergerilya ke partai lain jika ingin jadi capres. Gatot kemudian juga dilirik oleh PAN. Masih soal Gatot, pintu untuk nyapres dari Gerindra memang sepertinya sudah tertutup. Tapi tak menutup kemungkinan bakal digandeng jadi cawapres.

Gatot masih belum punya 'perahu'. Mungkinkah dia yang dipilih jadi cawapres untuk Prabowo? Kita tunggu saja?


(Ferdinan,Akbar Nugroho,Irawan)
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More