Rekomendasi

156 Napi Teroris Terlibat Dalam Kerusuhan Mako Brimob

Kamis, 10 Mei 2018 : 16.11
Published by Hariankota
JAKARTA - Kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob membuat geger seantero negeri. Apalagi dalam kejadian tersebut tak hanya kerusuhan saja. Namun penyanderaan hingga pembunuhan ituupun dilakukan oleh narapidana teroris (napiter). Aparat keamanan harus berjibaku selama 36 jam untuk merebut kembali wilayah Mako Brimob. Peristiwa ini pun langsung menjadi berita skala internasional.

Jumlah napi teroris yang terlibat dalam tindakan kerusuhan, penyanderaan dan pembunuhan tersebut sebanyak 156 orang. Mereka menguasai Blok A, B dan C hingga polisi sempat tak bisa masuk menyerbu. Apalagi, para napi tersebut juga memegang senjata laras panjang yang daya tempuhnya hingga 800 meter.

Senjata api tersebut merupakan senjata yang dulunya didapatkan dari kelompok teroris yang berhasil diamankan polisi dalam operasi antiteror di beberapa daerah. Celakanya, senjata itu direbut kembali oleh para napi teroris saat kerusuhan.


Baca:36 Jam Mencekam Saat Perebutan Kembali Mako Brimob Yang dikuasai Teroris

Salah satu napi kemudian tewas dalam kerusuhan tersebut. Sisa 155 napi kemudian menyerahkan diri setelah diultimatum menyerah atau melawan dengan segala risikonya. Menko Polhukam Wiranto kemudian mengungkapkan, tak seluruh napi teroris langsung menyerahkan diri, sebanyak 10 orang sempat ngeyel hingga dilakukan penyerbuan terencana hingga akhirnya mengalah.

Tak ada tahanan yang terluka dalam penanggulangan kerusuhan tersebut, kata Wakapolri Komjen Syafruddin. Hal itu merupakan keberhasilan dari pendekatan lunak (soft approach) yang dilakukan aparat keamanan dalam menghadapi dan menanggulangi teroris.

Para tahanan yang menyerahkan diri itu akan dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan lain, termasuk ke Nusakambangan sebagai salah satu opsinya.

Reporter: Gunadi
Editor: Ferdinan
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More