Rekomendasi

Bahas Aksi Terorisme, Para Ulama Dan Tokoh Agama Berkumpul

Rabu, 16 Mei 2018 : 21.32
KARANGANYAR - Terorisme adalah suatu paham yang menjadikan kekerasan sebagai tujuan dengan melakukan teror sehingga menimbulkan ketakutan yang berlebihan di masyarakat, oleh karena itu jihad bukan terorisme. NKRI adalah negara Pancasila, yang mengakui keberagamaan dan keberagaman, setiap elemen masyarakat, penganut agama atau kepercayaan apapun, selama hal itu sesuai dengan Pancasila, mempunyai peran yang sama dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Perbedaan dan keragaman itu ada dan sunatulloh, perbedaan harus ada yang mengikat sehingga perbedaan itu menjadi kuat. Secara umum dari semua konsekwensi adalah konflik sosial, apalagi di Indonesia ini dengan keaneka ragaman yang ada sangat berpotensi munculnya konflik sosial, jika tidak disikapi dengan bijak.

Hal tersebut diungkapkan, tokoh agama kharismatik, Amir Mahmud, dalam Focus Group Discussion (FGD)

"Meningkatkan Peran Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Ormas Dalam Rangka Menjaga Kondusifitas Kamtibmas di Wilayah Karanganyar, Rabu (16/05/2018).

“Perbedaan adalah hal yang wajar. Untuk itu, haraus disikai dengan bijak dan jangan sampai menimbulkan konflik sosial,” katanya.

Sementara iu, tokoh agama sala Surakarta, Dian Nafi, mengatakan, Indonesia diprediksi oleh beberapa kalangan, beberapa ahli akan bubar, namun nyatanya sampai sekarang masih tetap solid, kuncinya, menurut Dian, adalah kerukunan antar sesame anak bangsa.

Ditambahkannya, Semua kearifan yang dari dulu sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW seharusnya harus tetap dijaga. Segala permasalahan serumit apapun hendaknya diselesaikan dengan musyawarah duduk bersama, jangan menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan segala urusan.

“Konflik itu bisa dimanfaatkan oleh pihak lain yang mempunyai kepentingan.Konflik bisa juga digunakan untuk memperlemah masyarakat, bisa juga mengendorkan kendali pemerintah terhadap negara sehingga konflik harus dicermati dengan baik dan harus segera diselesaikan. Kunci agar kerukunan tetap terjaga, harus membangun persaudaraan diantara sesama, mengajak kepada kebaikan dan memakmurkan kehidupan dalam bermasyarakat,” ujarnya.

Terppisah, Wakapolres Karanganyar, Kompol Dyah Wuryaning Hapsari, mengatakan, Tahun 2018 merupakan tahun Politik dan bertepatan Kabupaten Karanganyar juga melaksanakan Pilkada sehingga,seluruh warga masyarakat,harus menjaga kondusifitas,baik pada saat pelaksana maupun pasca pilkada dan seterusnya.

Dengan menyikapi beberapa kejadian di wilayah Indonesia , terutama aksi terorisme, sampai saat ini kami dari Kepolisian masih berusaha keras menyelesaikannya.

“Aksi teroris ini tidak ada kaitannya dengan agama,sehingga kami menghimbau dari berbagai tokoh agama agar tetap menjaga kondusifitas , apalagi situasi politik di Karanganyar semakin menghangat,” tegasnya.


Kontributor: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners