Rekomendasi

Buron 4 Tahun, Mustari Terpidana Korupsi Anggaran Fiktif Ditangkap

Rabu, 16 Mei 2018 : 20.37
Loading...
KARANGANYAR - Setelah dinyatakan menjadi buronan selama lebih dari 4 tahun, terpidana kasus korupsi anggaran fiktif di salah satu lembaga keuangan, Mustamir Tantowi, ditangkap Intel kejaksaan negeri Karanganyar di Grand Pesono, Provinsi banten, 12 April  2018 lalu.

Kajari Karanganyar, Suhartoyo, yang didampingi Kasi Pidsus, Hanung Widyatmaka, mengatakan, Mustamir merupakan terpidana kasus penegeluaran fiktif  sebesar Rp639 juta, pada saat dia menjabat sebagai manager salah satu koperasi syariah. Anggaran sebesar Rp639 juta tersebut, merupakan anggaran dari Kementerian Perumahan yang sehrusnya digunakan untuk pembangunan perumahan bersubsidi bagi karyawan berpenghasilan rendah.

Menurut Kajari, Mustamir ditangkap  di perumahan Grand Pesona c Cilegon, Banten. Penangkapan ini berdasarkan berdasarkan putusan kasasi mahkamah agung RI nomor : 2367K/pidsus/2013 tanggal 9 juni 2014 dengan amar putusan PP 6 tahun denda 300jt sub 6 bln kurungan  dan uang pengganti sebesar  639.000.000.

“Pengadilan tipikor semarang menjatuhkan vonis selama enam tahun penjara. Saat itu, Mustamir tidak di tahan, karena selam proses hukum yang bersangkutan kooperatif. Namun saat vonis dijatuhkan, Mustamir justru menghilang,” kata Kajari, Rabu (16/05/2018)

Dijelaskan Kajari, saat ini, terpidana Mustamir, telah dieksekui ke rumah tahanan klas I Surakarta.

“Saat ini, kita foku skepada uang pengganti. Kita juga sedang melakukan penghitungan terhadap asset yang dimiliki oleh tang brsangkutan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Mustamir diduga telah melakaukan tindak pidan koruppsi dengan melakukan pengeluaran fiktif terhadap anggaran sebesar Rp639 juta. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk pembangunan rumah bagi karyawan dan masyarakat berpenghasilan rendah. Namun hal itu tidak dilaksanakan oleh  Masturi.

Setelah melalui serangkaian proses persidangan, akhirnya,  Pengadilan Tipikor Semarang memvonis Mustamir dengan hukuman enam tahun penjara, uang pengganti Rp639 juta subsider dua tahun kurungan, dan denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan pada tahun  2012 lalu.


Kontributor: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners