Rekomendasi

Cegah Paham Radikal Masuk Kampus, Univet Bantara Bedah Buku Pelurusan maknaJihad

Selasa, 15 Mei 2018 : 23.27
Loading...
SUKOHARJO - Antisipasi masuknya paham radikal ke kampus, Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo,  menggelar bedah buku karangan Amir Mahmud tentang Pelurusan Makna Jihad dan Menyongsong Generasi Muslim Milenial dan Moderat dengan menggundang mahasiswa.

"Kami mendukung adanya pencerahan tentang gerakan jihad yang baik dan benar untuk para mahasiswa. Karena mereka adalah generasi penerus bangsa, jadi harus mendapatkan informasi yang benar.” terang Rektor Univet Bantara Ali Mursyid, usai membuka acara bedah buku di kampus setempat, Selasa (15/5/2018)

Rektor menjelaskan, kegiatan ini digelar tidak terkait dengan kejadian bom teroris di Surabaya. Menurutnya, pihak kampus sudah menjadwalkan sejak beberapa hari lalu dan kebetulan hari pelaksanaannya pas dengan momen kejadian teroris di Surabaya

"Bedah buku tentang Jihad ini di selenggarakan berangkat dari banyaknya pemberitaan beberapa waktu lalu yang menyebut bahwa 39 persen mahasiswa di Indonesia sudah terpapar paham radikal. Karena kami juga memiliki dosen yang paham tentang itu (jihad) maka diadakanlah kegiatan ini."ungkap Rektor.

Sementara, Amir Mahmud sebagai pengarang buku menyampaikan,  materi buku adalah tentang keprihatinan maraknya aksi terorisme di Indonesia dengan berbagai model. Ia merinci secara teori dan permasalannya dalam dinamika gerakan jihad.

“Khususnya bagi kalangan intelektual, kami berharap buku ini mampu memberikan informasi fenomena gerakan jihad di Indonesia, agar mereka memahami bagaimana mengantisipasi, cara menyikapi dan menindak kasus kasus teroris yang muncul,” katanya

Amir merupakan salah satu intelektual muslim yang pernah  dikaitkan dengan sejumlah aksi teroris atau jihad. Bahkan mantan Dekan FAI UNU Surakarta tersebut juga pernah tinggal di Afganistan untuk menempuh pendidikan Akademi Militer tahun 1987.

Buku yang diluncurkannya tahun 2017 silam ini disambut baik oleh sejumlah institusi pendidikan maupun non pendidikan, karena dianggap mampu memberi pencerahan mengenai gerakan jihad.

“Dalam waktu dekat saya diundang acara bedah buku di Jakarta dan sejumlah institusi kepolisian.” pungkasnya


Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Dwi Rahayu


Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners