Rekomendasi

Kisah Mistik Gunung Merapi, Gunung Bibi Pelindung Amuk Wedus Gembel

Sabtu, 12 Mei 2018 : 21.00
Gunung Bibi diyakini warga yang tinggal dilereng Gunung Merapi sebagai pelindung dari awan panas
BOYOLALI - Gunung Merapi kembali menunjukan aktifitasnya. Letusan Freatik gunung teraktif di pulau Jawa ini terpantau membumbung tinggi ke udara.

Letusan freatik Gunung Merpati terpantau jelas sekira pukul 7.40 WIB dengan tinggi kolom asap 5500m dari puncak menyebabkan hujan abu di wilayah selatan tenggara. Letusan freatik inipun membuat Gunung Merapi status level satu atau Merapi aktif normal.

Dibalik keaktifan Gunung berapi di pulau jawa ini, ada kisah mistik dibaliknya. Kisah mistik ini sudah diyakini masyarakat lereng Gunung Merapi turun temurun. Seperti, kilatan putih yang dipercaya warga lereng Gunung Merapi, terutama di wilayah Selo, Boyolali, Jawa Tengah, sebagai tanda erupsi besar bakal terjadi.

Di sisi Selatan Gunung Merapi berdiri kokoh Gunung Bibi. Meski tak setinggi Merapi, namun gunung ini terlihat lebih angker karena senantiasa diselimuti kabut.

Gunung yang berlokasi di wilayah Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah itu dipercaya sebagai pelindung oleh warga setempat dari amukan Merapi. Hal itu tak lepas dari kepercayaan warga setempat yang menganggap Gunung Bibi adalah ibu kandung Gunung Merapi.

“Kami percaya Kecamatan Selo adalah wilayah paling aman. Kecamatan Selo baru akan terkena dampak letusan, bila Gunung Merapi memasuki tahap akhir erupsi dan akan kembali tenang,” ujar Suladi, salah seorang warga Desa Selo, Kecamatan Selo, Boyolali, Sabtu (12/5/2018).

Gunung Bibi oleh warga setempat dipercaya sebagai hutan larangan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, di hutan gunung tersebut masih banyak hewan-hewan liar dan buas. “Juga makhluk-makhluk gaib,” ungkap Suladi.

Suladi menceritakan, pernah suatu ketika awan panas dari letusan Gunung Merapi masuk ke langit Kecamatan Selo. Tiba-tiba ada dua kilatan putih dari arah Gunung Bibi masuk ke awan panas dan setelah itu awan panas beralih ke tempat lain.

Disebutkan, nama Selo berasal dari kata sela-sela karena wilayah berada di sela-sela dua gunung besar, yaitu Merapi dan Merbabu. Di antara dua gunung itu terdapat banyak bukit, sehingga secara ilmiah perbukitan inilah yang menghalau abu, awan panas, atau bahkan lava Merapi tak masuk ke wilayah Selo.

Di Gunung Bibi yang terletak di sebelah selatan Gunung Merapi inilah biasanya para pendaki Merapi yang tersesat ditemukan.


Kontributor: Prabowo
Editor: Rahayu
Bagikan :

Video: Detik-detik Ledakan di Parkir saat Debat Capres ke-2 Berlangsung

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners