Rekomendasi

Klaim Penuhi Syarat Administratif, Pemekaran 3 DPC Peradi Eks Karesidenan Surakarta Jalan Terus

Senin, 07 Mei 2018 : 21.22
Published by Hariankota
SOLO -  Di tengah protes karena dinilai tak prosedural, musyawarah anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) eks Karesidenan Surakarta untuk pemekaran membentuk 3 DPC baru di wilayah hukum, Sukoharjo, Sragen dan Karanganyar tetap berjalan sesuai rencana.

Musyawarah yang digelar di Hotel Sahid Jaya, Solo, Senin (7/5/2018) ini , menurut salah satu penyelenggara yang juga pengacara senior Solo, Muhammad  Taufiq, baru bisa membentuk 2 DPC Peradi yakni, Sukoharjo dan Karanganyar.

"Hari ini kan direncanakan 3 DPC (namun) yang sudah terbentuk itu 2, karena dari Sragen tidak ada yang datang sampai kita tunggu hingga batas waktunya pukul 14.00 WIB." terangnya

Mengklarifikasi informasi yang beredar, Taufiq menjelaskan pertemuan (musyawarah) diselenggarakan bukan untuk deklarasi tapi merupakan musyawarah untuk membentuk kepengurusan di 3 DPC (Sukoharjo, Sragen dan Karanganyar) periode 2018 -2023.

Menurutnya, musyawarah itu hak setiap anggota, jadi tidak perlu minta ijin ke DPC Peradi Surakarta. Kemudian, kegiatan ini di sebutkan Taufiq, didasarkan pada 2 agenda penting yakni, Munas lanjutan Pekanbaru 2015 dan Rakernas ke 13 Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi di Yogyakarta tahun 2017, yang mengamanatkan untuk pembentukan DPC Peradi baru.

"Rasanya kita tidak perlu gagap dengan adanya cabang baru karena, pada tahun 2007 saat saya menjabat Ketua DPC Peradi Surakarta, beberapa pengurus saya di Klaten membentuk pengurus baru, dan saya juga tidak pernah protes. Malah mempermudah kok."ujarnya

Dengan telah terselenggaranya kegiatan, atas nama anggota Peradi yang hadir dalam musyawarah, Taufiq berharap DPN Peradi mengesahkan hasil musyawarah.  Dalihnya, musyawarah yang dilaksanakan merupakan aspirasi anggota Peradi di tingkat bawah.

"Dan secara syarat administrtif telah terpenuhi sebanyak 15 anggota, malah lebih. Dengan sisi lain, keberadaan ini (cabang baru) bersinergi dari hasil Rakernas ke 13 DPN Peradi."tandasnya  

Terpisah, menanggapi kegiatan tersebut, Ketua DPC Peradi Surakarta, Badrus Zaman mengatakan, musyawarah terselenggara secara tidak sah. Menurutnya, sudah ada pemberitahukan bahwa proses pemekaran DPC - DPC itu di tunda terlebih dulu untuk menyelesaikan persoalan - persoalan intern.

"Ini menyangkut adanya beberapa nama pengurus DPC Peradi Surakarta yang masuk dalam kepengurusan DPC cabang baru. Ya,, saya minta mereka mengundurkan diri dulu. Jadi biar jelas." katanya  

Badrus menyebutkan, proses pemekaran pembentukan DPC cabang baru sesuai kesepakatan hasil pertemuannya dengan Wakil Sekjen DPN Peradi, Mulyadi dan Anggota Bidang Pembelaan Organisasi DPN Peradi, Kalono akan dimulai pada 31 Juni mendatang dengan membentuk tim.

"Tim ini bukan hanya di wilayah eks Karesidenan Surakarta, nanti ada wilayah Magelang dan Semarang, karena yang mau dimekarkan banyak. Termasuk untuk eks Surakarta, selain 3 yang disebutkan, juga ada Boyolali dan Wonogiri."pungkasnya (Sapto Nugroho/gun)
Share this Article :