Rekomendasi

Sosialisasikan Empat Pilar, Rinto Subekti: Bisa Mencegah Faham Radikalisme

Rabu, 16 Mei 2018 : 21.02
Loading...
WONOGIRI - Anggota DPR/MPR RI Rinto Subekti kembali memberikan pemahaman empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di daerah pemilihan Jateng VI (Karanganyar, Sragen, Wonogiri) di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Selasa 15 Mei 2018 lalu.

Hadir dalam kegiatan itu sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Ngadirojo, anggota DPRD setempat, serta masyarakat sekitar. Pada kesempatan tersebut, Rinto menegaskan, untuk mencegah agar masyarakat tidak terpengaruh dan tergelincir dengan kehidupan yang negatif. Empat pilar ini,ungkap Rinto, hendaknya dijadikan sebagai pegangan hidup dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Karena itu harus kita cegah pengaruh-pengaruh negatif dengan pembekalan dan pemahaman empat pilar MPR ini. Yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang membingkai dan melandasi serta jadi pilar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang harus dipegang teguh agar negara kesatuan tetap terpelihara,” jelas Rinto yang juga Ketua DPW Partai Demokrat Jawa Tengah itu.

Dijelaskan dia, persatuan dan kesatuan bangsa ini harus terus dipelihara dan diperjuangkan. Harapannya, agar negara terus bersatu dalam NKRI.

“Agar kehidupan bangsa Indonesia semakin kukuh, hendaknya segenap komponen bangsa, disamping memahami dan melaksanakan Pancasila, juga secara konsekuen menjaga sendi-sendi utama lainnya, yakni UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar wakil rakyat yang juga anggota Komisi X ini.

Rinto lebih lanjut mengatakan, Pancasila sebagai ideologi bisa mengikat bangsa Indonesia yang demikian besar dan majemuk. Pancasila adalah konsesus nasional yang dapat diterima semua paham, golongan, dan kelompok masyarakat di Indonesia. Dalam posisinya, Pancasila merupakan sumber jati diri, kepribadian, moralitas, dan haluan keselamatan bangsa. Dalam kesempatan itu, Rinto memberi pesan dalam memahami dan mensikapi persoalan-persoalan kebangsaan, tentang kebhinekaan, serta mengantisipasi adanya bibit-bibit yang mengancam kebhinekaan.

“Apabila kita menyadari bahwa kunci dari kebhinekaan adalah bagaimana kita bertoleransi dan tenggang rasa. Bagaimana kita dapat menghargai sesama manusia, agama, suku dan lain-lain”, ujarnya.

 Bhinneka Tunggal Ika, lanjut Rinto, dalam kehidupan berbangsa dan negara harus menjadi anugrah yang harus terus dijaga. Jadi, generasi muda harus memahami betul empat pilar kebangsaan agar bisa benar-benar diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita tidak boleh membeda-bedakan. Meskipun berbeda agama, suku, dan ras, namun kita tetap satu dan bersaudara dalam konteks NKRI. Tidak boleh saling hujat. Jika itu terjadi di negara ini, bisa bubar. Apalagi tidak ada negara dengan kebhinekaan seperti di Indonesia. Karena itu, perbedaan harus tetap utuh dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara,” kata dia berharap.

Selain itu, Rinto Subekti  ini pun menegaskan pemahaman yang utuh tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat mencegah radikalisme. Radikalisasi bisa dicegah dengan sosialisasi yang baik tentang nilai-nilai kebangsaan.

"Pemaknaan konsep NKRI untuk diluaskan berkontribusi menjaga kesatuan, tidak hanya di kota-kota besar saja tapi juga perlu di daerah," ujarnya.

Rinto mengatakan, penyebaran paham radikal masuk ke dalam salah satu upaya memecah bangsa, sehingga perlu upaya yang kuat untuk mencegahnya. Sosialisasi empat pilar yang mencakup konsep pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika merupakan upaya yang dilakukan untuk meneguhkan nilai-nilai kebangsaan.

Apalagi di era globalisasi dan digital, generasi muda semakin melek gadget dan teknologi. Namun jangan sampai mereka melupakan nilai-nilai kebangsaan Indonesia. Oleh karena itu program sosialisasi empat pilar kebangsaan harus terus dilaksanakan ke berbagai daerah di seluruh pelosok tanah air. Sosialiasi empat pilar juga harus dilaksanakan sesuai dengan perkembangan zaman.

Metode sosialisasi yang memudahkan pemahaman tentang empat pilar yang meliputi UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat penting diberikan. Terutama kepada generasi muda.

"Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila harus senantiasa hidup di tengah masyarakat. Nilai-nilai ini jangan sampai pudar," katanya.(Adv)


Kontributor: Danie; Hartanto (mg1)
Editor: Santi

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners