Rekomendasi

Tuntut Penegakan Perda, Warga Datangi DPRD Boyolali

Rabu, 16 Mei 2018 : 08.16
BOYOLALI - Sejumlah warga dari  berbagai elemen menggelar aksi damai di halaman DPRD Kabupaten Boyolali. Mereka mendesak agar Pemkab Boyolali bertindak tegas dalam menegakkan Perda terkait maraknya penyakit masyarakat (pekat) menjelang bulan suci Ramadan ini.
Aksi yang berlangsung,mendapat pengawalan aparat Polisi dari Polres Boyolali. Selain melakukan orasi dan membentangkan spanduk tuntutan, beberapa perwakilan juga ada yang masuk menemui anggota DPRD Boyolali dengan penjagaan ketat anggota Polisi.

Puguh Prasetyo, koordinator lapangan peserta aksi mengatakan, tujuan massa  ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi tuntutan agar Pemkab Boyolali serius melakukan penegakan Perda.

"Kami sudah melakukan survey, bahwa di Boyolali ini, pertama, marak penjualan minuman keras; kedua, perjudian yang bukan lagi menjadi rahasia umum karena sangat terbuka; dan ketiga, adalah prostitusi terselubung yang merata di semua wilayah."sebutnya.

Puguh mengklaim, apa yang disampaikannya  berdasar survey yang telah dilakukan beberapa elemen masyarakag.  Prostitusi terselubung menurutnya tidak hanya terjadi di hotel - hotel kelas melati namun juga ditemukan ditempat - tempat karaoke yang akhir - akhir ini merebak di Boyolali.

"Kami juga menjumpai di kawasan sekitar komplek perkantoran Pemkab Boyolali, banyak remaja putri nongkrong dengan pakaian minim sambil merokok. Bahkan beberapa diantaranya, saya mendengar bisa di booking (di ajak kencan). Kondisi inilah yang kami prihatin kan."ujarnya.

Pada intinya aksi demo yang disebutkan Puguh diikuti, perwakilan Dewan Syariat Boyolali, Konas, Forum Umat Islam Boyolali (FUIB) dan juga warga yang gagal tes perangkat desa karena menduga terjadi kecurangan tersebut menginginkan, Pemkab Boyolali konsekuen dengan aturan yang telah dibuat sendiri.


Puguh juga mengatakan, pihaknya juga telah menyampaikan persoalan Pekat ini ke Polisi dan meminta untuk secepatnya  dilakukan razia atau operasi Pekat dengan harapan selama bulan suci Ramadan warga bisa menjalankan ibadah dengan khusuk dan damai.

"Jangan sampai, nanti masyarakat yang melakukan tindakan sendiri melakukan sweeping
, karena itu jelas melanggar ketentuan, dan kami tidak inginkan (sweeping). Yang jelas kami menginginkan semua sesuai prosedur."tandasnya


Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners