Rekomendasi

Ini Kata Hendropriyono Alasan Pemerintah Bentuk BPIP

Minggu, 10 Juni 2018 : 21.35
YOGYAKARTA - Keberadaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang baru diumumkan pemerintah dinilai cukup penting, dalam menjaga ideologi bangsa. Saat ini, ada upaya yang ingin merubah ideologi bangsa, selain Pancasila.

"BPIP ini bentuk kesadaran pemerintah terkait krisis ideologi Pancasila. Jangan sadarnya telat seperti di Syiria, terjadi perang saudara hingga terpecah belah," kata Mantan Kepala Badan Intelejen Negara, Jend TNI (Purn)  A M Hendropriyono, di Yogyakarta.

Hal itu disampaikan disela buka bersama dan perayaan ulang tahun di rumah Ketua Pemuda Pancasila DIY Faried Jayen Soeparjan. Hendropriyono menyambut baik terbentuknya lembaga tersebut.

"BPIP ini cermin political will dari pemerintah. Pemerintah peka terhadap perkembangan keadaan krisis ideologi, krisis filsafat. Kalau sudah terjadi perang saudara, sudah dikendalikan," katanya.

Saat ini, kata dia, perlu segera diluruskan dari krisis filsafat Pancasila yang terjadi. Hendropriyono mengaku ada elemen yang ingin menggoyang Pancasila dengan ideologi lain, bukan ideologi Pancasila.

"Sejak lahir kita punya Ideologi Pancasila, itu yang harus dipertahankan. Tidak ada idiologi lain yang cocok diterapkan, selain Pancasila. Kita ini bersaudara, satu tanah air Indonesia," tandasnya.

Hendropriyono mengatakan terkait fungsi BPIP adalah memastikan tataran yang harus Pancasilais terlebih dulu, yaitu politik, baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Setelah itu, baru disosialisasikan buat anak-anak sekolah.


Dengan keberadaan dan fungsi BPIP yang jelas, BPIP diharapkan juga bisa mengoreksi amandemen UUD 45 yang sudah empat kali. Ia khawatir amandemen UUD 45 akan terus ada.


"Keberadaan BPIP diharapkan juga bisa bertindak untuk mereview dan menguji amandemen UUD 45 terhadap filosofi Pancasila. Kalau amandemen tidak bisa diuji dengan Pancasila berarti amandemen itu gugur, tidak bisa diberlakukan," katanya.


Sementara Faried mengajak dalam pengamalan Pancasila dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila yang sudah ada sejak berdiri negeri ini harus diimplementasikan dalam kehidupan.


"Suka tidak suka pancasila idiologi bangsa kita. Tidak boleh dirubah dengan idiologi lain," katanya.


Reporter: Danang
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners