Rekomendasi

Kunjungi Eks Sekolahnya, Gubernur BI Serahkan Bantuan PSBI

Senin, 18 Juni 2018 : 20.12
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru, Perry Warjiyo melakukan kunjungan ke Kabupaten Sukoharjo menyerahkan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada SMP Negeri 1 Gatak, Sukoharjo, Senin (18/6/2018) siang.

Penyerahan bantuan yang dikemas dengan acara silahturahmi pada momen Idulfitri ini, selain dihadiri Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya juga di hadiri ratusan siswa beserta seluruh guru dan mantan guru, serta beberapa alumni sekolah tersebut.

Kepada awak media, Perry menjelaskan, penyerahan bantuan  PSBI kepada SMP Negeri 1 Gatak adalah salah satu wujud kepedulian BI secara keseluruhan dan juga sebagai penghargaannya kepada sekolah, dimana ia merupakan salah satu alumninya.

"Bagi saya, sebagai Gubernur BI alumni SMP Gatak ( sebelum jadi SMPN 1 Gatak), ini merupakan wujud terima kasih kepada sekolah dan guru - gurunya. Karena dari sinilah saya bisa berkarier hingga sekarang seperti ini,"katanya.

Perry mengungkapkan, ia masuk SMP Gatak pada tahun 1971 dan lulus tahun 1973 dengan nilai tiap mata pelajaran rata - rata 10. Dan atas kecerdasannya, ia kala itu, meski hanya anak seorang petani bisa melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 3 Solo yang merupakan sekolah favorit bagi siswa berprestasi.

"Selain itu, kedatangan saya ini juga merupakan balasan atas sekira 800 surat yang dikirim kepada saya dari murid - murid dan para guru. Mereka mendo'akan serta mengucapkan selamat kepada saya,  karena salah satu lulusan SMP Gatak bisa menjadi Gubernur BI,"ujar pria kelahiran Sukoharjo, 25 Pebruari 1959 ini

Adapun bantuan PSBI yang diberikan kepada SMP Negeri 1 Gatak disebutkan Perry diantaranya, pembangunan lapangan basket, 32 unit personal komputer (PC), rehab masjid sekolah dan perbaikan  ruang perpustakaan, serta kitab suci Al Qur'an.

"Saya meyakini dalam dunia pendidikan tidak hanya mengandalkan otak saja, tapi sarana penunjangnya juga harus dipikirkan. Seperti lapangan basket nantinya bisa digunakan untuk pendidikan.ekstra kurikuler baris - berbaris dan yang lainnya. Sedangkan perbaikan masjid adalah untuk membangun mental dan spiritual siswa,"pungkasnya.


Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More