Rekomendasi

Sepi Pasien, Karyawan Rumah Sakit Ini Terancam Tak Dapat Gaji dan THR

Jumat, 08 Juni 2018 : 23.07
SUKOHARJO - Konflik berkepanjangan melanda Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) yang terletak di Jalan Ahmad Yani,  Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah menyebabkan rumah sakit ini sepi dari masyarakat yang berobat.

Kondisi ini membuat ratusan karyawan mengancam mogok  kerja jika menjelang lebaran tahun ini, gaji dan THR tak juga diberikan.

Dalam gelar pertemuan antara manajemen dan karyawan di ruang rapat Yayasan Wakaf RSIS, Kamis (07/06/2018) diungkap, konflik internal antara Yayasan RSIS dengan Yayasan Wakaf RSIS yang belum menemukan titik temu mengakibatkan rekening rumah sakit di blokir bank.

Kondisi itu diperparah dengan belum turunnya ijin operasional dari instansi terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo yang berdampak turunnya animo masyarakat untuk datang berobat hingga imbasnya tidak ada pemasukan keuangan.

Dalam pertemuan dengan para karyawan tersebut, Direktur Utama YW RSIS, M Djufrie mengatakan, bahwa sampai saat ini rumah sakit sudah tidak ada uang. Karena uang datangnya dari pasien, sedangkan pasiennya sendiri tidak ada.

"Saya harapkan pengertian dari rekan-rekan karyawan. Uang di bank yang diblokir ada Rp 5,2 miliar. Seandainya ini bisa cair semua bisa teratasi. Kita punya satu jalan, dengan cara mencairkan dana itu. Mari kita sama - sama mendukung agar dana bisa cair. Kita ke Depnaker kita urus agar dana bisa cair," kata Djufrie.

Djufrie menyakinkan bahwa selaku pimpinan pihaknya akan terus berupaya semaksimal mungkin agar karyawan bisa menerima haknya. Ia memohon kepada seluruh karyawan agar bersabar dan memaklumi kondisi rumah sakit saat ini.

Sementara, para karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja (SP) YW RSIS tetap mengancam melakukan mogok kerja selama sekira satu bulan, apabila dalam jangka waktu seminggu kedepan belum juga dibayarkan gajinya.

Humas Serikat Pekerja (SP), Agus  menyampaikan, kondisi para karyawan sangat memprihatinkan. Bahkan untuk menyambung hidup,  salah satu perawat RSIS rela bekerja sampingan menjadi pemulung demi menghidupi keluarga semenjak gaji belum.dibayarkan.

"Kami menuntut audit terbuka, kemana dana selama ini dan untuk apa, sampai karyawan terlantar seperti ini. Kami menuntut hak hari tua, dan BPJS yang selama ini juga tidak dikasih. Aliran dana yang tidak jelas, kami minta segera ditarik kembali demi kepentingan karyawan," ujarnya.

Mewakili sekira 300 karyawan, Agus mendesak pimpinan YW RSIS untuk bertanggung jawab sesuai hak kontrak kerja karyawan. Dia berharap agar sengketa antara YRSIS dengan YW RSIS segera dihentikan demi kelangsungan hidup karyawan. 

Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners