Rekomendasi

AHY Layak Jadi Cawapres Jokowi Atau Prabowo, Ini Alasannya

Senin, 09 Juli 2018 : 20.52
Loading...
JAKARTA - Dalam sejumlah lembaga survei, nama Agus Harimurti Yudhoyono selalu unggul sebagai calon wakil presiden dalam Pilpres 2019. Bahkan, dengan elektabilitas itu, AHY memiliki peluang untuk menjadi Cawapres Jokowi atau Prabowo.

Menurut pengamat politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing, sosok AHY ini bisa dianggap sebagai representasi pemilih kaum milenial. Di Pemilu 2019 mendatang bakal diikuti 40 persen pemilih millenial.

“Ciri-ciri generasi milenial itu well informed, terbiasa dengan teknologi, kritis, rasional dan trendi. Dan ciri-ciri ini ada pada diri AHY. Jadi AHY menurut saya cukup merepresetasikan kaum milenial,” kata Emrus saat dihubungi wartawan.

Emrus menjelaskan, AHY memiliki kelebihan dibanding figur-figur Capres dan Cawapres lainnya dalam kedekatan dengan generasi milenial. Figur AHY sangat melekat dengan figur yang memiliki ciri-ciri sama dengan para pemilih milenial.

“Dari votting behavior, orang akan memilih ketika dia homogen dengan seorang sosok. Bukankah AHY itu representasi dari kaum milenial. Kaum milenial homogen atau melekat dengan ciri-ciri yang ada pada AHY, sehingga ini nilai jual. Siapapun pasangannya,” jelas dia.

Emrus mengaku tidak sependapat dengan pihak-pihak yang menyebut AHY hanya populer sebagai selebritis dan bukan politisi. Menurutnya, semua pemimpin tidak harus berasal dari politisi. Setiap orang bisa menjadi pemimpin selama memiliki kapabilitas dan kemampuan.

Ia mencotohkan, aktor dan bintang televisi Ronald Reagen sukss menjadi Gubernur California dan Presiden Amerika ke-40. Bahkan dengan kebijakan ekonominya “Reagenomics”, suskses mengakhiri perang dingin selama kepemimpinannya.

Berbicara soal prestasi, AHY juga memiliki banhak prestasi pribadi yang tidak ada hubungannya dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). AHY lulusan terbaik Akademi Militer sekaligus peraih gelar Master of Public Administration dari John F. Kennedy School of Government, Universitas Harvard, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat.

“Jadi kalau ada yang bilang AHY hanya membawa nama besar SBY, saya kira itu suatu kesimpulan yang prematur karena hanya berbasis opini. Comment sense atau akal sehat bisa menyesatkan jika tidak disertai dengan data,” tambahnya.

Dengan latar belakang seperti itulah, AHY memang layak untuk jadi pemimpin. Sosoknya, bisa disandingkan dengan Jokowi atau Prabowo. Namun, semua itu kembali kepada lobi-lobi politik. Tentunya, ada pertimbangan-pertimbangan strategis.

“Walaupun saya tidak tahu lobi-lobi politik di belakang, andaikan AHY dipasangkan dengan Joko Widodo saya kira bagus. Tapi kembali lagi saya tidak mengeahui bagaimana lobi-lobi politik di belakang panggung,” tambahnya.


Kontributor: Arifin
Editor: Martin

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners