Rekomendasi

Atasi Lahan Kritis, Dispertan Dan Perikanan Sukoharjo Uji Coba Integrated Farming System

Selasa, 24 Juli 2018 : 20.12
Published by Hariankota
SUKOHARJO  – Dari sekian program pemerintahan Presiden Joko Widodo dibidang pertanian yang hingga kini terus dikembangkan adalah, upaya penguatan ketahanan pangan dan meningkatkan kedaulatan pangan.

Melalui Kementrian Pertanian dan di implementasikan Dinas Pertanian di daerah, salah satu upaya itu adalah pengembangan program Integrated Farming System atau sistem pertanian terpadu di lahan kritis.

Program yang didukung penuh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tersebut, oleh Dinas Pertanian (Dispertan) dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo di uji cobakan diterapkan dikawasan lahan kritis (sawah tadah hujan) milik warga yang tergabung dalam Kelompok Tani (Klomtan) Subur Mulyo, Desa Jagan, Kecamatan Bendosari.

"Integrated Farming dikembangkan di lahan milik Heri Sunarto seluas satu hektar. Dilahan ini, pertanian terintegrasi dengan peternakan dan perikanan. Sumber air untuk pengairan menggunakan sumur bor air dalam. Air dari sumur digunakan untuk budidaya ikan lele dan nila dan juga untuk ternak ayam,"papar Kepala Dispertan dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harianto saat acara panen padi, penanaman padi dan panen ikan bersama Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, Selasa, (24/7/2018)

Dijelaskan Netty, tanaman padi yang dikembangkan adalah varietas Pandan Wangi dimana hasilnya dengan program  Integrated Farming System mampu menghasilkan padi 9,2 ton. Menurutnya, jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan lahan di wilayah lain yang masih konvensional.

Bupati Sukoharjo yang hadir bersama pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengatakan, Integrated Farming merupakan satu dari sekian teknologi yang sudah diadopsi untuk diterapkan di Sukoharjo.

Dengan hasil satu kali tanam padi dalam setahun bisa panen tiga kali, maka Bupati berharap program sistem pertanian terpadu dilahan sawah tadah hujan dapat dikembangkan di wilayah lain di Kota Makmur.

“Anggaran desa bisa dialokasikan untuk sistem tersebut. Dinas juga bisa mencari sumber dana ke provinsi maupun pusat,” imbau Bupati.

Selain Dispertan dan Perikanan Sukoharjo, program Integrated farming juga mendapat pendampingan dari Kodim 0726/Sukoharjo dengan membuat demplot percontohan dilahan tersebut

Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa menyampaikan demplot pendampingan yang dibuat Kodim merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan dan wujud kemanunggalan TNI dan rakyat.“

"Dalam program Integrated Farming System' ini, kami bekerjasama dengan Dispertan Sukoharjo, Gapoktan dan pemilik lahan pak Heri Sunarto untuk membuat demplot percontohan," pungkas Dandim.



Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi



Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners