Rekomendasi

Bawa Keranda Mayat Di Kejaksaan, Warga Tuntut Tersangka Kasus PT RUM Dibebaskan

Senin, 16 Juli 2018 : 18.13
SUKOHARJO - Ratusan masa gabungan warga dengan berbagai elemen mahasiswa menggelar aksi demo dengan membawa keranda mayat di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, Senin (16/7/2018).

Masa yang datang dengan menggunakan truk dan sebagian mengendarai sepeda motor ini menuntut dibebaskannya tujuh terdakwa kasus demo anarkis pengrusakan fasilitas PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Desa Plesan, Kecamatan Nguter Februari lalu.

Selain membawa keranda berisi pocong tiruan sebagai simbol matinya keadilan, mereka juga membentangkan beberapa spanduk kecaman. Akibat aksi tak urung membuat arus lalu lintas di depan kantor kejaksaan sedikit tersendat.

Ketatnya pengamanan dari Polres Sukoharjo memaksa peserta aksi tertahan di luar kantor Kejaksaan.

Mereka tak di ijinkan masuk halaman. Dengan bergantian masa hanya bisa berorasi di depan pintu gerbang Kejari menyuarakan tuntutannya.


Salah satu peserta aksi yang juga Pembina Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup (MPLH) Sukoharjo, Ari Suwarno mengatakan, tujuh warga yang ditangkap polisi dan saat ini tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang merupakan pejuang lingkungan dan tidak bersalah.

“Kami datang dengan niat damai. Tadi mau masuk diblokir, saat kami disuruh masuk kami menolak kalau hanya perwakilan. Kami minta agar Kajari saja yang keluar memberi penjelasan,” ujarnya.

Selain menuntut pembebasan tujuh orang yang tengah diadili, masa juga mendesak kejaksaan menyelidiki dugaan pelanggaran pencemaran lingkungan yang dilakukan PT RUM. Mereka menginginkan agar penegakan hukum dijalankan secara adil, tanpa diskriminasi.

"Saat ini ada keluarga para terdakwa yang menunggu kepastian hukum dengan harap - harap cemas di rumah. Mereka hanya rakyat kecil. Untuk itu, kami menuntut agar jaksa Kejari Sukoharjo menuntut bebas ketujuh orang yang diadili ini," tandasnya.

Aksi demo yang berlangsung dari sekira pukul 10.30 WIB ini, baru bubar dengan tertib sekira pukul 15.00 WIB. Meski begitu, perjuangan untuk membebaskan para terdakwa dari segala tuntutan akan terus mereka lakukan.

“Kami hanya minta mereka ( para terdkawa) dibebaskan dan tidak dikriminalisasi,” pungkas Ari.


Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Bagikan :

Video: Sandiaga Uno Beri Sorban saat Bertemu Pendukung Jokowi

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners