Rekomendasi

Bea Cukai Solo, Gagalkan Penyelundupan Paket Sabu - Sabu dari India

Rabu, 11 Juli 2018 : 20.38
SOLO - Kantor Bea Cukai Solo bekerja sama dengan Polresta Solo berhasil menggagalkan penyelundupan Narkotika golongan I jenis Methamphetamine, biasa di sebut sabu - sabu (Shabu) dengan berat sekira 3,17 ons yang disembunyikan dalam barang kiriman dari India.

Tak hanya menggagalkan kiriman. Setelah dilakukan penyelidikan bersama aparat Kepolisian Kota Solo, Bea Cukai juga dapat menangkap dua tersangka yang merupakan penerima kiriman paket.

Dua tersangka tersebut adalah, Coni Wisnu Dimarga (CWD) alias Kimin (22), warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo dan Agus Pujianto (AP) (41), warga Kelurahan Singopuran, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo.

Kabid Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Solo, Gatot Sugeng Wibowo didampingi Kapolresta Solo Kombes Pol, Ribut Hari Wibowo saat pers rilis di Mapolresta Solo, Rabu (11/7/2018) menyampaikan, terbongkarnya penyelundupan sabu - sabu, berawal dari kecurigaan petugas Bea Cukai yang bertugas di Kantor Pos kota Solo terhadap sebuah paket kiriman dari luar negeri dalam kemasan mencurigakan.

"Paket dikirim dari India ke Jakarta dan sampai Solo hari Rabu (4/7/2018). Mulanya dalam bentuk glondongan (bungkusan bulat). Kami curiga dan kemudian paket oleh petugas yang memeriksa diurai. Dan ternyata ada paket dilakban dalam kemasan kosmetik," ungkap Gatot.

Dari kecurigaan itu kemudian petugas melakukan pemeriksaan dengan citra X-Ray. Hasilnya isi kemasan paket tersebut terdeteksi merupakan barang yang mencurigakan, dan setelah dilakukan penyelidikan, ternyata positif sabu - sabu. Temuan itu lantas dilaporkan ke Polisi.

"Kami kemudian berinisiatif untuk mengupayakan penangkapan terhadap penerima kiriman paket melalui skema control delivery bekerjasama dengan Kepolisian Resort Kota Surakarta," sebut Gatot.

Bermodalkan control delivery, petugas gabungan pada Kamis (5/7/2018) kemudian mengirimkan paket ke alamat penerima di daerah Kecamatan Kartasura, Sukoharjo dimana berhasil menyergap CWD setelah menerima barang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

"Setelah menangkap CWD ada informasi akan terjadi pengambilan paket oleh pihak lain di daerah Kartasura juga, sehingga proses control delivery dilanjutkan. Hasilnya tersangka AP yang rencananya akan melakukan penukaran barang dengan CWD saat itu dapat diamankan," terang Gatot.

Dari penangkapan dua tersangka yang diduga merupakan kurir ini, selain mengamankan barang bukti berupa sabu - sabu, petugas gabungan juga menyita 1 set peralatan tulis yang digunakan untuk menyembunyikan sabu - sabu dalam kemasan kosmetik.

Kemudian juga ada resi pengiriman barang, kartu identitas tersangka, dan alat komunikasi berupa hape. "Selanjutnya para tersangka pelaku dan barang bukti kami serahterimakan kepada pihak Polresta Solo untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut sesuai KUHP yang berlaku," tandas Gatot.

Sementara, Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, menambahkan paket sabu-sabu yang diselundupkan dari India ke Solo ini, diduga dikendalikan narapidana (napi) dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) yang ada di Jawa Tengah.

Modus operasinya, napi menyetor kepada kurir untuk mengambil paket yang tiba di Kantor Pos Indoensia cabang Solo.

"Dugaan ini berdasarkan hasil pemeriksan dan penyelidikan terhadap dua tersangka kurir yang telah kami tangkap ini. Mereka mengaku dikendalikan oleh napi di sebuah LP di Jawa Tengah," papar Kapolresta.

Namun demikian, Polisi tidak serta merta mempercayai keterangan dua tersangka ini, dimana setelah di tes urinnya, mereka positif mengkonsumsi sabu - sabu. Penyelidikan untuk pengembangan kasus akan terus dilakukan.

"Tetap kita lakukan pengembangan kasus, kita bakal koordinasi dengan LP tersebut agar segera dapat ditindak," tegas Kapolresta. 

Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners