Rekomendasi

Buntut Sengketa Lahan Pasar Tak Kunjung Usai, Pemilik SHM Nekat Pasang Pagar Bambu

Jumat, 06 Juli 2018 : 18.14
Published by Hariankota
KLATEN - Pagar sasak (anyaman) bambu sepanjang sekira 60 meter nampak berdiri menutupi puluhan kios di Pasar Babadan, Desa Teloyo, Kecamatan Wonosari, Klaten, tepatnya di pinggir jalan raya yang berbatasan dengan Desa Daleman, Kecamatan Baki, Sukoharjo.

Informasi yang berhasil diperoleh, Jum'at (6/7/2018), pemagaran di sebagian lahan yang merupakan obyek sengketa tersebut dilakukan keluarga Slamet Siswosuharjo sebagai pemegag Sertifikat Hak Milik (SHM) atas tanah di area pasar seluas 2.500 meter persegi ini.

Akibat pemagaran, sejumlah pedagang yang pagi itu hendak berjualan, beberapa memilih libur, namun sebagian lagi terpaksa pindah dengan menggelar dagangan di luar pagar sasak bambu atau diseberang jalan depan pasar.

Penuturan Pardi (61) warga Dukuh Jumeneng, Desa Teloyo yang sehari - hari berjualan ayam bakar di depan pasar tiap sore hingga malam mengatakan, pemagaran dilakukan oleh puluhan orang pada, Jumat (6/7/2018) dini hari sekira pukul 00.00 WIB.

"Tadi malam material berupa pagar anyaman bambu diangkut menggunakan truk diturunkan di sini (depan pasar)," ungkapnya.

Saat aksi pemagaran, tutur Pardi, lingkungan sekitar pasar dalam kondisi sepi karena rata - rata pemilik kios tidak berada ditempat. Mereka sudah pulang ke rumah masing - masing.

Pagar sasak bambu kemudian dipasang oleh puluhan orang yang diduga suruhan keluarga Slamet menutupi beberapa kios yang berjajar dari tengah pasar bagian depan hingga ke timur mendekati jembatan batas wilayah Klaten dengan Sukoharjo.

Baca Juga:

Sengketa Lahan Pasar, Pemegang SHM Tuntut Pemdes Kembalikan Tanahnya

Semula, sebelum pemagaran juga ada upaya dari pihak kepolisian Polres Klaten yang datang ke lokasi untuk menghentikan pemagaran. Bahkan, sempat diwarnai ketegangan. Namun upaya itu tak dapat menghentikan langkah keluarga Slamet untuk memagari lahan sesuai luas yang diklaim miliknya berdasarkan SHM.

Kepada awak media, anak perempuan Slamet Siswosuharjo, Mularsih, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah memasang pagar di sebagian Pasar Babadan sesuai luas lahan milik bapaknya pada Jum'at dini hari. Dan, pemberitahuan pemagaran juga sudah disampaikannya kepada Pemkab Klaten.

"Pemagaran akan terus kami lakukan sampai seluruh pedagang mengosongkan pasar. Hanya itu yang kami minta, pengosongan pasar," tandasnya.

Terpisah Ketua Tim kuasa hukum Slamet Siswosuharjo, Maryano menambahkan, tanah dilahan pasar Babadan adalah sah secara hukum milik kliennya. Hal itu dibuktikan dengan terbitnya SHM dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada tahun 1986 dengan nomor 588.

"Bahkan, hingga kini, keluarga Slamet masih terus membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB) atas lahan tersebut," terangnya.

Menurut Maryano, pangkal munculnya sengketa diawali pada tahun 1967 dimana lahan digunakan menampung sebagian pedagang yang tidak memiliki tempat berjualan di dalam pasar Babadan.

"Namun dalam perjalanannya pedagang yang berjualan makin bertambah banyak, dan ada dugaan di koordinir oleh perangkat desa setempat (Desa Teloyo). Dalam pengelolaannya, sama sekali tidak ijin kepada bapak Slamet selaku pemilik lahan," sebutnya.

Maryano membantah jika lahan telah ditukar guling dengan luas yang sama berupa tanah sawah. Dalam dokumen persetujuan yang ditanda tangani Bupati Klaten pada tahun 2006 tentang tukar guling tanah kas di Desa Teloyo, nama Slamet tidak ada dalam daftar penerima lahan tukar guling.

"Dari data - data yang kami miliki sudah jelas bahwa tukar guling itu tidak ada dan tidak pernah terjadi," tukas Maryano.

Sementara, Kepala Desa Teloyo, Soedarto, saat menemui para pedagang yang mengadu ke kantor  desa pasca pemagaran, meminta kepada para pedagang untuk bersabar. Guna meredam gejolak, mereka diminta untuk sementara waktu berjualan di lahan sekitar terminal Desa Teloyo yang letaknya berseberangan dengan pasar.

"Kami minta para pedagang bersabar terlebih dulu sambil menunggu penyelesaian dari Pemkab Klaten. Silahkan cari tempat yang kosong untuk berjualan sementara di lahan sekitar terminal depan pasar," himbaunya.

Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi
Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners