Rekomendasi

Cabuli Anak Dibawah Umur, Oknum Guru Ini Divonis Tujuh Tahun

Jumat, 13 Juli 2018 : 18.16
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Pengadilan negeri (PN) Karanganyar, menjatuhkan vonis 7 tahun 6 bulan, denda Rp10 juta subsider 3 bulan kurungan, terhadap terdakwa ESA (57), terdakwa dalam kasus pencabulan terhadap S (16) mantan anak didiknya.

ESA yang merupakan guru PNS di salah satu SMP di kecamatan Gondangrejo tersebut, terbukti bersalah melakukan tindak pencabulan terhadap anak di bawah umur, hingga melahirkan. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa selama 10 tahun penjara.

Ketua PN Karanganyar, Mujiyono, kepada hariankota.com mengatakan, terdakwa ESA mengakui segala perbuatannya yang tekah mencabuli S, yang merupakan mantan anak didiknya yang masih di bawah umur.

“Terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana pasal 81 ayat (3) subsider pasal 81 ayat (2) Undang-undang Perlindungan Anak," kata Mujiyono, Jumat (13/07/2018).

Terhadap putusan majelis hakim ini, baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan menerima. “Baik terdakwa mapun jaksa penuntut umum menerima putusan ini dan tidak melakukan banding,” ujarnya.

Kasi Pidum Kejari Karanganyar, Tony Wibisono, ketika dihubungi melalui telepon selularnya, membenarkan jika tim jaksa penuntut umum yang menangani kasus pencabulan ini, menerima putusan majelis hakim.

“Karena terdakwa menerima putusan, maka kami dari jaksa penuntut umum, juga menerima putasn majelis hakim,” kata dia melalui sambungan telepon.

Terhadap vonis majelis hakim terhadap salah satu pendidik ini, bupati Karanganyar, Juliyatmono menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang melakukan tindak pidana.

Menurut bupati, jika putusan tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap, maka oknum guru tersebut akan dipecat dari statusnya sebagai PNS.

“Kalau sudah memiliki kekuatan hukum tetap, kita akan ambil tindakan tegas berupa pemecatan,” tegasnya usai ditemui wartawan dalam acara halal bi halal BUMD, Jumat (13/07/2018).

Sebagimana diketahui, oknum guru yang berinisial ESA (57) salah satu sekolah negeri di Kecamatan Gondangrejo, melakukan persetubuhan dengan gadis di bawah umur dengan iming-iming akan diberikan sejumlah uang.

Akibatnya, korban yang berinisial S (16) yang merupakan mantan murid pelaku, melahirkan seorang bayi laki-laki. ESA, dijerat dengan pasal 81 ayat 2 dan 3 UU no 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.


Kontributor : Iwan Iswanda
Editor : Mahardika Hari
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More