Rekomendasi

Gadaikan Sertifikat Tanah Tukang Becak, Mantan Kades Dilaporkan Polisi

Selasa, 17 Juli 2018 : 09.16
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Kuasa hukum Prawoto (48), seorang tukang becak warga Dusun Ngronggah RT 04/ RW 08, Kelurahan Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, dari kantor Law Firm Sambuana Jaya, Haryo Anindhito mempertanyakan belum ditetapkannya mantan Kepala Desa (Kades) Sanggrahan berinisial AS, sebagai tersangka oleh Polres Sukoharjo atas laporan penggelapan.

AS mantan Kades yang saat ini sudah pindah domisili, dilaporkan ke Polisi dengan dugaan menggadaikan dan menggelapkan sertifikat tanah milik Prawoto kepada seseorang yang disebutkan Haryo, berinisial SPJ sebesar Rp 20 juta tanpa sepengetahuan pemiliknya yang sah.

"Kasus ini bermula pada tahun 2008 lalu, ketika pak Prawoto meminjam uang Rp 400 ribu kepada AS dengan jaminan sertifikat hak milik (SHM) atas tanah No.3486 seluas 115 meter persegi, "kata Haryo mewakili Prawoto saat bertemu dengan awak media, Senin (16/7/2018).

Sertifikat dijaminkan pada waktu itu AS masih menjabat Kades Sanggrahan. Terdesak kebutuhan, Prawoto meminjam  uang untuk keperluan biaya praktik sekolah anaknya yang tengah  menempuh pendidikan di bangku SMK.

"Sebagai warga desa pak Prawoto saat itu percaya dengan menjaminkan sertifikatnya kepada AS yang masih menjabat Kades, dan dikenalnya dengan baik. Selain itu jarak rumah keduanya tak begitu jauh," terang Haryo

Dalam perjalanannya, pada tahun 2011, Prawoto baru bisa melunasi hutangnya sebesar Rp 400 ribu tersebut kepada AS. Namun, dengan alasan untuk keamanan, saat itu sertifikat yang menjadi jaminan masih ditahan AS.

"Saat ditanyakan keberadaan sertifikat, AS hanya mengatakan  aman di tangannya, dan tak perlu dikawatirkan," kutip Haryo.

Jawaban itu selalu diulang AS, tiap kali Prawoto bermaksud meminta kembali sertifikatnya. AS selalu menghindar dengan alasan serupa.

Bahkan, AS yang kembali mencalonkan diri maju sebagai Kades  pada 2013, dan kalah,  sejak itu diketahui tak lagi menetap di jalan Aster 2, Ngabean,  Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol.  Informasi yang diperoleh, AS pindah  ke wilayah Wonogiri, namun alamat pastinya tidak diketahui.

“Selang dua tahun kepindahan tempat tinggal  AS, Pak Prawoto mendapat informasi bahwa sebenarnya sertifikat tanah miliknya telah digadaikan kepada seseorang berinisial SPJ," papar Haryo.

Sebagai warga yang tak memiliki kemampuan ekonomi berlebih, setelah mengkonfirmasi langsung ke SPJ, Prawoto kaget mengetahui besarnya jumlah rupiah yang dipinjam AS (Rp 20 juta) dengan jaminan sertifikat miliknya ini. Terlebih, hal itu dilakukan tanpa sepengetahuannya.

"Sesuai dengan kronologi kasus yang menimpa Pak Prawoto. Bulan Mei lalu kami telah mengadukan kasus ini ke Polres Sukoharjo. Kepada AS dan SPJ patut diduga telah memenuhi unsur - unsur sesuai pasal 372 dan 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan," sebut Haryo.

Prawoto, bapak tiga orang anak yang kehidupan sehari - harinya saat ini bergantung dengan kiriman sang istri diperantauan sebagai TKI diluar negeri, melalui kuasa hukumnya berharap segera mendapat kepastian hukum atas kasus yang membelitnya.

"Untuk itu kami memohon kepada Polres Sukoharjo dapat segera menindaklanjuti aduan yang telah kami sampaikan bulan Mei lalu dengan gelar perkara. Ini kan, yang kami adukan orang - orangnya sudah  jelas. Untuk permohonan (gelar perkara), hari ini, secara resmi kami berkirim surat ke Polres dengan tembusan ke Polda Jateng dan Mabes Polri. Harapan kami, sertifikat Pak Prawoto bisa segera kembali, "pungkasnya.


Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Jumali
Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners