Rekomendasi

Galakkan Reformasi Total, Menkop UKM, Warning Koperasi Tak Aktif Bakal Di Bubarkan

Kamis, 26 Juli 2018 : 18.35
SUKOHARJO – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga memberi warning kepada sekira 75.000 koperasi di Indonesia.

Jika tak bisa dibina maka akan dibubarkan. Ditegaskan, saat ini bukan kuantitas koperasi yang diutamakan, namun kualitas dari koperasi itu sendiri.

“Untuk peningkatan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat, salah satu solusinya adalah dengan pemberdayaan koperasi,” kata Menkop dan UKM saat menyampaikan kata pengantar Sarasehan Perkoperasian Nasional di Hotel Best Western Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (26/7/2018).

Menurut Menkop dan UKM, sekarang pemerintah tengah menggalakkan gerakan reformasi total koperasi dengan tiga langkah yakni,  reorientasi koperasi, rehabilitasi koperasi dan pengembangan koperasi.

"Reorientasi koperasi salah satunya dengan pembubaran koperasi yang tidak aktif. Jadi, jangan asal banyak koperasi tapi tidak aktif," tandas Menkop dan UKM.

Untuk langkah rehabilitasi, pemerintah saat ini tengah melakukan perbaikan database. Dimana dari data koperasi yang sebelumnya mencapai 200 ribu lebih.

Sekarang setelah perbaikan jumlahnya menjadi sekira 80 ribu koperasi yang sehat. Sedangkan sisanya sekira 75 ribu koperasi tengah dilakukan pembinaan.

"Untuk pembinaan, tentunya dilakukan oleh kepala daerah baik gubernur, bupati atau walikota,"ujarnya.

Ditambahkan, hingga saat ini Kemenkop dan UKM telah membubarkan sekira 50 ribu koperasi karena tidak aktif.

Sementara bagi koperasi yang masih dalam pembinaan, tidak menutup kemungkinan juga dibubarkan jika tidak bisa dibina.

Acara yang diselenggarakan Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disdagkop) Pemkab Sukoharjo ini, selain dihadiri Menkop dan UKM RI, juga menghadirkan pembicara dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Endang Siti Rahayu. Sedangkan peserta terdiri seluruh jajaran Disdagkop Sukoharjo serta instansi dan lembaga terkait.

Sementara, Wakil Bupati Sukoharjo Purwadi mewakili Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dalam kesempatan tersebut menyampaikan, dengan terbitnya SK Menkop dan UKM tentang pembubaran koperasi, maka jumlah koperasi di Kota Makmur dari sebelumnya 804 saat ini telah berkurang hingga tinggal 429.

"Berkurangnya jumlah koperasi di Sukoharjo karena 375 unit koperasi yang tidak aktif telah dibubarkan,"pungkas Purwadi.


Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Rahayu

Bagikan :

Video: Detik-detik Ledakan di Parkir saat Debat Capres ke-2 Berlangsung

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners