Rekomendasi

Gelombang Tinggi, Nelayan diminta Tak Paksakan Diri Melaut

Sabtu, 21 Juli 2018 : 17.49
Published by Hariankota
JAKARTA - Cuaca ekstrim yang belakangan ini terjadi di perairan Indonesia menjadi fokus utama. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengimbau masyarakat dan kapal-kapal yang berlayar di perairan Indonesia, agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri melaut jika terjadi cuaca buruk dan gelombang tinggi, karena sangat membahayakan aktifitas pelayaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo dalam rilisnya menyampaikan, secara rutin Ditjen Perhubungan Laut mengeluarkan Maklumat Pelayaran atas dasar hasil pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan dan pengawasan terhadap pemenuhan aspek keselamatan pelayaran mengingat cuaca ekstrem yang masih terjadi di sebagian perairan Indonesia.

Diperkuat Dalam Maklumat Pelayaran Nomor TX-02/VII/DN-18 tanggal 20 Juli 2018 disebutkan, berdasarkan hasil pemantauan BMKG diperkirakan pada tanggal 18 - 24 Juli 2018, cuaca ekstrem dengan tinggi gelombang 4 sampai 6 meter dan hujan lebat diperkirakan akan terjadi di Perairan Barat Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu dan Enggano.

Juga Perairan Barat Lampung, Laut Andaman, Samudera Hindia Selatan Pulau Jawa Timur, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa, Perairan Selatan Bali, Perairan Lombok, Perairan Pulau Sumabwa, Samudera Hindia Barat Mentawai hingga Selatan Pulau Jawa hingga Selatan Pulau Sumbawa.

"Peningkatan pengawasan keselamatan pelayaran harus dilakukan secara optimal dan tanpa kompromi. Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya musibah yang mungkin terjadi karena cuaca ekstrem tersebut," ujar Agus.

Selain itu Agus juga meminta Syahbandar agar terus berupaya agar setiap hari rutin melakukan pemantauan ulang setiap hari terhadap kondisi cuaca di masing-masing lingkungan kerjanya, dan menyebarluaskan informasi cuaca terkini kepada nakhoda kapal dan pengguna jasa.

Harus diperhatikan jika kondisi cuaca membahayakan keselamatan pelayaran, maka pemberian Surat Persetujuan Berlayar (SPB) harus ditunda hingga cuaca memungkinkan untuk memberangkatkan kapal.

"Bukan hanya pelayaran penumpang, kegiatan bongkar muat barang agar diawasi secara berkala untuk memastikan kelancaran dan ketertibannya. Muatan ke kapal juga harus di lashing serta tidak overdraft agar stabilitas kapal tetap baik," pungkasnya.


Reporter: Jumali
Editor:Gunadi
Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More