Rekomendasi

Gempa 6,4 SR Guncang Lombok Timur, Puluhan Rumah Warga Rusak

Minggu, 29 Juli 2018 : 08.52
LOMBOK - Gempa 6,4 SR yang mengguncang Lombok Timur dan merusak beberapa bangunan. BMKG telah melaporkan kejadian gempa dengan kekuatan 6,4 SR pada Minggu (29/7/2018) pukul 05.47 WITA.

Pusat gempa berada di 28 km Barat Laut Lombok Timur - NTB 32 KM Timur Laut, Lombok Utara - NTB 57 KM Timur Laut, Lombok Tengah - NTB 61 m Timur Laut Mataram - NTB.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB sampaikan, gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami. Saat ini masih terjadi gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil.

"Gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami. Saat ini masih berlangsung beberapa gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil," papar Sutopo. Posko BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD dan instansi lain untuk mengetahui dampak gempa dan penanganannya.

Hasil sementara untuk korban jiwa masih dalam pendataan. Sementara untuk kerugian materiil, Kabupaten Lombok Timur kerusakan terjadi di Kecamatan Sambelia dan Kecamatan Sembalun (masih dalam assessment).

Kabupaten Lombok Utara, ada laporan kerusakan di Kecamatan Bayan (assessment). Kabupaten Sumbawa Barat, 1 unit rumah roboh (RB) di Desa Tepas Sepakat Kec. Brang Rea.

"Sedangkan Lombok Timur Gempa dirasakan kuat sekali selama kurang lebih 10 detik. Sempat terjadi kepanikan warga hingga warga berlarian," paparnya.

Saat ini BPBD Lombok Timur, melakukan monitoring di sekitar wilayah terkait gempa tersebut. Gempa dirasakan sangat kuat di wilayah Kabupaten Lombok Utara. Tim TRC sedang meninjau lokasi. Demikian juga dengan kota Mataram, gempa dirasakan sangat kuat selama 10 detik.

"Saat sedang dilakukan Patroli oleh TRC dan sementara pendakian gunung Rinjani ditutup karena ada indikasi longsor berupa debu disekitar gunung. Gempa ini tidak berpotensi Tsunami," pungkas Sutopo. 

Reporter: Jumali
Editor:Jumali
Foto: BNPB
Bagikan :

Video: Detik-detik Ledakan di Parkir saat Debat Capres ke-2 Berlangsung

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners