Rekomendasi

Hasil BAN-PT, Prodi Pendidikan Agama Hindu STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja, Terakreditasi B

Minggu, 29 Juli 2018 : 19.32
Published by Hariankota
BULELENG - Hasil keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan nomor 1923/SK/Ban-PT/Akred/VIII/2018 Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Hindu Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja, saat ini telah terakreditasi dengan peringkat B.

Ketua STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja, Prof. Dr. I Made Suweta sebut, kenaikan peringkat dalam Program Studi Pendidikan Agama Hindu ( STAH) Akreditasi tersebut, merupakan salah satu kemajuan signifikan bagi STAHN.

"Sebab baru dua tahun berdiri sudah dapat menuntaskan akreditasinya dengan menyabet predikat baik," jelasnya kepada media belum lama ini.

Menurutnya akreditasi Prodi Pendidikan Agama Hindu merupakan titik awal program akreditasi bagi semua prodi yang ada di institusi pendidikan tinggi negeri agama Hindu dan satu-satunya di Buleleng

"Dalam waktu dekat Prodi lain juga akan terakreditasi. Sedangkan untuk PGSD tinggal menunggu jadwal visitasi. Setelah itu menyusul yang lain (prodi)," papar Suweta lebih lanjut.

Suweta sampaikan setelah terpisah dari Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar pada 2016 lalu dan menjadi menjadi perguruan tinggi negeri sendiri, STAHN memprioritaskan akreditasi sebagai salah satu program penting dan urgensi untuk dituntaskan.

"Akreditasi program studi merupakan salah satu komponen penting menilai mutu suatu perguruan tinggi melalui prodi-prodi yang ada. Dengan akreditasi dapat terpantau mengenai profil lulusan, tenaga pendidik, kurikulum, kerja sama dan juga tulisan-tulisan dosen begitu juga terkait luaran (output) Prodi bersangkutan," lanjutnya.

Selain itu pembangunan gedung Perguruan Tinggi Negeri ini masih berjalan, dan pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp. 6 miliar untuk pembangunan gedung bertingkat yang nantinya memiliki fasilitas terbaik di Kabupaten Buleleng.

Lebih lanjut, Suweta mengajak masyarakat terutama generasi muda untuk bergabung bersama STAHN dengan memanfaatkan beasiswa yang ada. Sebagai pusat Hindu nusantara harus memiliki rasa jengah untuk mengabdi dan sutindih terhadap ajaran agamanya.

"STAHN fokus di bidang pendidikan guna mengangkat kemampuan Sumber Daya Manusia Hindu utama terkait pemahaman ajaran agama. Jangan sampai masyarakat hanya paham dalam tataran upakara saja, tetapi lemah pada etika dan susila. Inilah kelemahan kita selama ini," pungkas Suweta.


Reporter: Made Sugandha
Editor: Rahayu
Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners