Rekomendasi

Ingin Curhat, Keluarga Terdakwa Penolak Limbah PT RUM Jalan Kaki Ke Rumah Ibunda Jokowi

Senin, 30 Juli 2018 : 19.33
SUKOHARJO - Belasan orang terdiri keluarga aktivis terdakwa kasus demo anarkis penolak bau limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM) melakukan aksi long march.

Mereka berjalan kaki dari Desa Plesan tak jauh dari lokasi pabrik PT RUM dengan tujuan rumah kediaman ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi) di daerah Kecamatan Sumber, Kota Solo, Senin (30/7/2018)

Dengan kawalan petugas dari Polres Sukoharjo, ditengah terik panas matahari peserta aksi menyusuri jalan protokol Sukoharjo menuju Solo yang jaraknya sekira 28 kilometer. Dari Desa Plesan, Kecamatan Nguter hingga Sumber, Kota Solo.

Tujuan mereka hanya satu, yakni, ingin bertemu dengan Ibunda Jokowi untuk berkeluh kesah mengenai nasib para terdakwa pengrusakan fasilitas pabrik PT RUM yang terancam pidana penjara.

Salah satu peserta long march, Ely Kusmiyati (43) Dukuh Bandang, Desa Juron, Kecamatan Nguter, yang merupakan ibu terdakwa Brillian Yosef Naufal (20), 1 dari 5 keluarga terdakwa mengatakan, ia ingin bersilahturahmi dengan ibunda Jokowi sekaligus mengadukan nasib anaknya yang saat ini loldi tahan di LP Kedungpane, Semarang.

"Saya mau curhat ke ibunda Jokowi supaya anak saya dan teman - temannya dibebaskan, karena mereka tidak bersalah," katanya saat ditemui disela aksinya jalan kaki.

Ely menyakini bahwa anaknya tidak bersalah dalam kasus perusakan fasilitas PT RUM pada Februari silam. Saat kejadian, Brillian kebetulan lewat ditempat aksi demo berboncengan dengan temannya.

"Saat itu, dia mau ngantar temannya pulang, dan berhenti karena ada demo di depan PT RUM,,"katanya

Begitu juga dengan keluarga 4 terdakwa lainnya. Melalui selembar kertas, masing - masing telah menulis surat ditujukan kepada ibunda Presiden Jokowi. Mereka berharap dengan surat tersebut, ada perhatian untuk memperingan ancaman hukuman bagi para terdakwa yang saat ini tengah berproses di PN Semarang

Hingga sekira pukul 17.15 WIB, aksi jalan kaki yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini akhirnya terhenti di perbatasan wilayah Sukoharjo - Solo. Oleh anggota Polres Sukoharjo mereka dihimbau untuk membubarkan diri karena persoalan ijin pemberitahuan kegiatan.

Kabag Ops Polres Sukoharjo, Kompol Teguh Prasetyo yang memimpin jalannya pengamanan mengatakan, aksi hanya bisa dilakukan sampai perbatasan karena menyangkut dua wilayah hukum.

"Sesuai peraturan untuk aksi yang melintasi dua wilayah (Sukoharjo dan Solo)  maka harus ada ijin pemberitahuan ke Polda Jateng. Maka kami menghimbau peserta aksi membubarkan diri," tegas Teguh.



Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Bagikan :

Video: Detik-detik Ledakan di Parkir saat Debat Capres ke-2 Berlangsung

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners