Rekomendasi

Ini 8 Fakta Perburuan Ular Sanca Kembang di Dusun Unengan, Nomor 7 Bikin Ngeri

Senin, 23 Juli 2018 : 06.55
Published by Hariankota
MOJOKERTO – Upaya keras warga Dusun Unengan, Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto memburu ular Sanca Kembang di kawasan goa Unengan, Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur terus dilakukan.

Dibalik upaya warga tersebut terdapat 8 fakta menarik yang dirangkum hariankota.com terkait ular yang berada di sekitar area Dusun Unengan.

1. Kemunculan Ular besar di Sekitar Area Dusun
Dua ekor ular sanca kembang yang masing – masing memiliki panjang 3,5 meter dan 3,2 meter muncul di sekitar Makam Nyai Pandasari pada Jum’at 12 Juli 2018 sekitar pukul 23.00 WIB. Kemunculan dua ekor ular raksasa ini mengejutkan warga.

Kepala Dusun Unengan (Kasun), Sudarsono, mengungkapkan butuh delapan orang untuk mengangkat satu ekor sancanya itu.

"Beratnya mencapai 24 kilogram dan 18 kilogram,” ujar Sudarsono, beberapa saat lalu.

Menurut Sudarsono, selain takut dengan adannya kejadian di Majene, Sulawesi, dua ekor ular sanca kembang ini dianggap membahayakan ternak warga.

Salah seorang warga sempat melihat seekor ular sanca kembang dengan panjang sekitar 3 meter lebih. Namun karena takut warga itu membiarkan sang ular pergi.

2. Ular Sanca Kembang Diduga berasal dari Gunung Penanggungan
Dua ekor ular sanca kembang yang ditemukan di saluran irigasi di sekitar makam Nyai Pandasari diduga warga berasal dari sungai yang berhulu di Gunung Penanggungan.

“Kami menduga ular – ular itu terbawa arus air dari sungai yang berhulu di Gunung Penanggungan kemudian masuk ke saluran irigasi sini,” ungkap Kepala Dusun Unengan, Sudarsono.

Selain itu area yang diduga menjadi sarang ular merupakan tempat yang lembab dan basah sehingga cocok menjadi habitat ular.

3. Gua yang Disinyalir Jadi Sarang Ular
Di yang berjarak 100 meter dari area permukiman warga inilah warga pernah melihat seekor ular sanca besar menggelantungkan diatas pohon.

“Kemarin ada warga yang melihat ular sanca kembang di sekitar gua pada malam hari,” terang Sudarsono.

Terpisah, Kepala Resort Konservasi Wilayah Mojokerto – Sidoarjo BKSDA Jawa Timur, Abdul Khalim menyatakan kondisi geografis yang didominasi persawahan, perkebunan, hingga gua batu diduga menjadi habitat nyaman sang ular.

“Banyaknya rongga gua dan banyaknya air di sekitar lokasi menjadikan habitat cocok bagi ular – ular tersebut,” jelas Abdul Khalim.

Menurutnya, ular jenis phyton reticulatus cenderung menyukai tempat dengan karakteristik lembab dan berada di dekat sumber air.

“Kondisi tanah di dalam gua yang lembab dan basah itu cocok jadi habitat ular,” tambahnya lagi.

4. Ular Sempat Memangsa Ternak Milik Warga
Kepala Dusun Unengan, Sudarsono mengungkapkan sebelumnya beberapa warganya sempat mengeluhkan kehilangan ayam, bebek, hingga kambing.

“Warga sempat mengeluhkan kehilangan ayam dan kambing ternak miliknya. Diduga dimangsa ular sanca kembang itu,” tutur Kepala Dusun Unengan, Sudarsono.

Ia menduga sang ular keluar dari sarangnya karena kelaparan dan mencari mangsa apapun mulai dari tikus hingga binatang ternak milik warga yang berada di sekitar habitatnya.

5. Sang Pawang Ular Hanya Menggunakan Karung Bekas Berburu Ular
Perburuan ular sanca kembang yang dilakukan warga belum juga berhasil membuat mereka berinisiatif memanggil seorang pawang ular bernama Suwarto. Sang pawang pun beraksi dengan memburu ular hanya mengenakan karung bekas, kain penutup, dan tali tampar.

Ular sanca kembang ini diburu dengan cara manual menggunakan tangan kosong.

“Kalau mau menangkapnya mata ular harus ditutup lalu kepalanya dipegang kemudian baru diangkat badannya secara bersamaan,” ungkap Suwarto.

6. Banyak Terdapat Persawahan dan Perkebunan
Kepala Resort Konservasi Wilayah Mojokerto – Sidoarjo BKSDA Jawa Timur, Abdul Khalim menjelaskan ular Sancaka kembang biak di sekitar Dusun Unengan, dikarenakan di sekitar lokasi terdapat banyak lahan persawahan dan perkebunan.

Lahan persawahan ini yang menyebabkan mereka memiliki banyak mangsa di antaranya tikus.

Hal serupa diakui Kepala Dusun Unengan, Sudarsono, yang menyatakan kondisi kampungnya yang masih asri dengan banyaknya ladang perkebunan jadi tempat ideal berkembangbiaknya ular.

“Selain banyak ladang dan perkebunan, di sini juga ada gua alam yang kami duga sebagai habitat ular tersebut,” jelas Sudarsono.

7. 8 Ekor Ular Sanca Kembang Berhasil ditangkap
Warga Dusun Unengan, Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, dalam waktu enam bulan terakhir sudah berhasil menangkap setidaknya delapan ekor ular sanca kembang di sekitar dusun.

Delapan ekor tersebut memiliki ukuran bervariasi mulai dari dua meter, tiga meter, hingga ukuran terpanjang lima meter lebih.

“Dari beberapa ekor ular yang ditangkap, satu ular akhirnya mati,” jelas Kepala Dusun Unengan, Sudarsono.

Oleh warga, ular yang ditangkap dijual dengan harga satu ekornya mencapai Rp 60 ribu hingga Rp 200 ribu.

8. Ular Hingga Sekarang Belum Tertangkap
Meski sudah mengerahkan segala upaya mulai dari memancing sang ular dengan bangkai ayam hingga ritual – ritual yang dijalankan sang pawang. Ular sanca kembang yang diduga bersarang di gua berjarak 100 meter dari permukiman warga hingga kini tak juga tertangkap.

Menurut Sang Kasun Sudarsono, warga sempat melihat seekor ular sanca kembang bergelantungan di dahan pohon disamping gua. Namun saat akan ditangkap, ular tersebut berhasil meloloskan diri. Medan yang terjal menjadi kendala warga menangkap sang ular.

“Tadi sudah ditangkap tapi lepas karena lokasinya ada di pinggir jurang,” terang Sudarsono.

Dirinya menambahkan warga sempat menemukan jejak ular di mulut gua, namun tak berhasil menangkap sang buruan utama.

Warga pun memfokuskan perburuan di sekitar area persawahan, aliran sungai irigasi, dan di kawasan di sekitar Gua Unengan yang disinyalir menjadi habitat sang ular.

Bahkan di malam hari warga mengintensifkan penjagaan bergiliran guna mengantisipasi kemunculan sang ular di area permukiman sekitar warga.


Reporter: Gunadi
Editor: Irawan
Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners