Rekomendasi

Jaring Pengacara Muda, Peradi Gelar Ujian di 34 Kota Seluruh Indonesia

Sabtu, 14 Juli 2018 : 17.34
SOLO - Sebanyak 5397 anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) mengikuti Ujian Profesi Advokat (UPA). Ujian yang bertujuan meningkatkan profesionalitas advokat ini di selenggarakan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi secara serentak di 34 kota di Indonesia.

Dari jumlah sebanyak itu, 67 diantaranya merupakan peserta UPA di Kota Solo yang di laksanakan bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menempati aula fakultas setempat, Minggu (14/7/2018).

Pengamat Ujian Profesi Advokat (PUPA) Peradi wilayah Solo, Badrus Zaman yang juga Ketua Peradi Solo, bersama Wasekjen DPN Peradi, Mulyadi dan Anggota Bidang Pembelaan Organisasi DPN Peradi, Sri Kalono, mengatakan, banyaknya peserta UPA menunjukkan bukti kepercayaan masyarakat, khususnya calon advokat kepada Peradi.

"Kegiatan UPA biasanya oleh Peradi digelar dua kali dalam satu tahun, tapi untuk tahun ini memang baru sekali ini dilaksanakan," kata Badrus.

Pelaksanaan UPA yang memakan waktu hampir 4 jam ini, untuk wilayah Solo disebutkan Badrus, tak hanya diikuti dari wilayah Soloraya saja, bahkan ada peserta yang datang dari Jogyakarta dan Salatiga.

"Secara umum, materi ujian selain soal hukum acara pidana dan perdata, yang tak kalah penting adalah materi tentang kode etik advokat. Ini (kode etik) yang paling banyak karena perilaku advokat sering jadi sorotan publik," jelasnya.

Penekanan tentang pemahaman kode etik dimaksudkan agar para anggota Peradi yang saat ini tengah mengikuti UPA, diharapkan setelah dinyatakan lulus memiliki sikap profesional, sehingga memiliki kemampuan membela masyarakat pencari keadilan di depan pengadilan.

Badrus tak memungkiri jika saat ini masih ada beberapa advokat yang dilaporkan atas dugaan melanggar kode etik, baik oleh kliennya maupun tersangkut perkara berkaitan dengan profesinya. Terhadap perilaku semacam itu, dipastikan akan mendapat sanksi dari organisasi.

"Sanksi akan diberikan setelah melalui sidang kode etik profesi advokat, dan hukumannya paling berat adalah pemecatan dari keanggotaan Peradi sehingga yang bersangkutan tak dapat lagi berpraktek sebagai advokat," jelasnya.

Oleh karena itu, ditambahkan Wasekjen DPN Peradi, Mulyadi, tidak semua peserta UPA dengan mudah bisa lulus.

Penentu kelulusan bukan hanya dari DPN Peradi yang ada di Jakarta sebagai penyelenggara saja, namun juga melibatkan puluhan korektor outsourcing yang terdiri dari advokat - advokat senior berpengalaman minimal 10 tahun.

"Hasil ujian akan diumumkan tiga minggu setelah pelaksanaan UPA, dan bagi peserta yang tidak lulus, diberi kesempatan mengulang ikut UPA berikutnya. Untuk yang mengulang tidak ada batasannya sampai berapa kali. Bisa sekali langsung lulus, tapi bisa juga beberapa kali UPA baru lulus," pungkas Mulyadi.


Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi
Bagikan :

Video: Detik-detik Ledakan di Parkir saat Debat Capres ke-2 Berlangsung

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Read More

Our Partners