Rekomendasi

Jaringan Kelompok Dukungan Sebaya Bagi ODHA Berharap Perhatian Penuh Pemerintah

Sabtu, 07 Juli 2018 : 19.42
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) atau peer support group yang lebih dikenal dengan kelompok Orang Dengan HIV dan AID (ODHA), berharap perhatian penuh dari pemerintah utamanya Dinas Kesehatan menyangkut ketersediaan obat - obatan.

Hal itu di kemukakan Garis Subandi, selaku koordinator Yayasan Sahabat Sehat Mitra Sebaya saat acara Per-Temu Kangen jaringan KDS Se - Soloraya di halaman Jinung Resto, Sukoharjo, Sabtu (7/7/2018).

"Dari beberapa kajian menunjukkan bahwa KDS memiliki peran yang bermakna dalam mutu hidup ODHA. Oleh karenanya kami juga berharap kepada pemerintah melalui dinas terkait, baik pusat, provinsi dan daerah untuk selalu mendukung kelangsungan KDS," katanya.

Dipaparkan Subandi, selama ini pengaruh dukungan sebaya terhadap ODHA antara lain dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri, pengetahuan HIV, akses layanan HIV, perilaku pencegahan HIV, dan kegiatan positif yang lebih tinggi dibandingkan ODHA yang tidak mendapatkan dukungan sebaya.

"Di wilayah yang memiliki KDS, proporsi kualitas hidup ODHA relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah yang tidak memiliki KDS," sebutnya.

Pertama kali seseorang mendapati dirinya terinfeksi HIV, secara umum memiliki beberapa persoalan terkait dengan psikologis, diantaranya, kekhawatiran terhadap kesehatan, relasi dengan pasangan, ekonomi dan prasangka akan didapati perlakuan stigma dan diskriminasi, serta beberapa hal lainnya.

"Dukungan moral yang dibutuhkan oleh orang yang terinfeksi HIV sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut, sehingga mereka tetap dapat hidup sehat, dan produktif. Dukungan tersebut salah satunya diperoleh melalui KDS ini," terang Subandi yang juga koordinator acara.

Oleh karenanya keberadaan dan keberlangsungan KDS masih sangat diperlukan untuk berperan aktif dalam upaya penanggulangan AIDS.

Hanya saja, selain penguatan sumber daya, kapasitas finansial, KDS juga butuh membangun jaringan atau kemitraan dengan pihak lain untuk memperbesar akses informasi.

"Dalam membangun jaringan ini selain ada pihak swasta, tentu yang tak kalah penting adalah dukungan pemerintah melalui dinas - dinas terkait seperti, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial di masing - masing daerah," imbuhnya.

Kegiatan silahturahmi yang merupakan program tahunan dan dilaksanakan secara bergilir ini merupakan salah satu upaya membangun semangat hidup bagi ODHA dengan di hadiri masing - masing perwakilan Dinas Kesehatan se Soloraya.

Sedangkan dari KDS yang datang, adalah Yasema dari Sukoharjo, KDS Gajah Mungkur Wonogiri, Karanganyar Peduli, KDS Sukowati Sragen, Solo Plus, KDS Merbabu dan Sebaya Klaten

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Nasrudin, dalam sambutannya menyampaikan, saat Indonesia dihadapkan berbagai masalah kesehatan. Untuk itu, guna mengurangi dampaknya, Kemenkes RI telah menyelenggarakan Program Indonesia Sehat.

"Program ini sebagai upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku sehat, hidup dalam lingkungan sehat, serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya," katanya

Program Indonesia Sehat terdiri atas, paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan primer, dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ketiganya menurut Nasrudin, akan dilakukan dengan menerapkan pendekatan Continuum of Care yakni, konsep pelayanan kesehatan yang mencakup semua tingkat dan intensitas perawatan dengan sistem yang melibatkan, memandu, dan memantau pasien dari waktu ke waktu secara komprehensif.

"Dengan JKN, bagi orang - orang yang tidak mampu akan dijamin, baik oleh pemerintah pusat, provinsi maupun daerah. Ini sesuai himbauan WHO yakni, tentang penerapan Universal Health Coverage atau sistem penjaminan kesehatan yang memastikan semua orang menerima pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan tanpa terbebani karena masalah finasial," pungkasnya.


Kontributor : Sapto Nugroho
Editor : Ferizka Dini
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More