Rekomendasi

Jelang Pemilihan Legislatif, Bacaleg Sulit Menghindarkan Politik Uang

Minggu, 08 Juli 2018 : 17.32
Published by Hariankota
KARAGANYAR - Pendekatan melalui uang yang selama ini dilakukan oleh bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) untuk meraih simpati masyarakat dalam pemilihan legislatif (Pileg) harus dirubah.

Pendekatan agar terpilih menjadi anggota legislatif, tidak perlu harus dilakukan dengan uang, melainkan melalui pendekatan inter personal dan membagun komunikasi yang baik dengan para pemilih.

Hal tersebut dikatakan psikolog Dewi Novita Kurniasari, kepada hariankota.com Minggu (08/07/2018). Menurut Dewi, Bacaleg itu harus konsisten dan tidak berbuat sesuatu yang bersifat situasional.

Selama ini, pola pendekatannyang dilakukan, lanjut Dewi, adalah dengan menggunakan pendekatan uang atau yang lebih popular dengan politik transaksional, selain tidak mendidik, pendekatan ini akan berdampak pada tingginya biaya yang harus dikeluarkan oleh bacaleg.

“ Mereka (bacaleg) berbuat sesuatu untuk rakyat dan bukan hanya situasional. Sekarang ini kan tidak dan sebagian besar menggunakan pendekatan uang. Pola seperti harus dirubah, karena sangat tidak menguntungkan,” kata Dewi.

Saat ini, lanjutnya, sudah bergeser dari apa yang seharusnya dilakukan ketika saat jadi bacaleg, mereka begitu luar biasanya dengan visi misinya Tapi setelah terpilih, malah nol implementasi di lapangan dan ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

“Dalam berbagai kesempatan, kami selalu menyampaikan, lakukan pendekatan secara intens kepada masyarakat. Kami menyebutnya dengan pendekatan psikologi qolbu. Mind set pendekatan uang harus dihilangkan, dan Ini yang harus dirubah oleh bacaleg ditahun politik 2019 mendatang. Sehingga, jika terpilih, harus  menjadi wakil rakyat yang benar,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu bacaleg yang enggan disebutkan namanya, mengakku sulit bagi bacaleg seperti dirinya untuk lepas dari politik uang.

Selain melakukan pendekatan secara personal, pendekatan dengan menggunakan uang dinilaijuga sangat efektif, meskipun akan berdampak pada tingginya ongkos politik yang harus dikeluarkan.

“Saya pikir akan sulit bagi bacaleg manapun untuk le[as dari politik uang. Apalagi di daerah pemilihan yang persaingannya cukup ketat. Mau tidak mau, yah harus mengeluarkan uang,” ujarnya singkat.


Kontributor: Iwan Iswanda
Editor: Martin
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More