Rekomendasi

Kecukupan Gizi, Upaya Hilangkan Kasus Stunting

Kamis, 12 Juli 2018 : 15.00
Published by Hariankota
KLATEN - Tumbuh kembang  anak harus menjadi prioritas sejak dini, bahkan sejak anak dalam kandungan. Otak anak terus  berkembang sampai seribu hari pertama sejak terjadinya pembuahan sampai lahir hingga anak usia dua tahun.

"Manusia harus diperhatikan kecukupan gizinya sejak awal kehidupan (saat mulai pembuahan atau awal kehidupan) maka tumbuh kembangnya juga baik," jelas Dr. Stephanus Hardiyanto, Yayasan One Earth, Kamis (12/7/2018).

Menurut Dr Stephanus, sebab itulah penting bagi ibu hamil untuk mengetahui pentingnya menu sehat dan gizi seimbang yang harus dipenuhi selama masa kehamilan. Sebab jika gizi seimbang tidak terpenuhi bisa mengakibatkan berbagai gangguan tumbuh kembang anak.

"Sebab itu perlu micro nutrient (vitamin dan mineral) yang berasal  dari pola makan seimbang ini sangat baik untuk perkembangan sistem syaraf. Jika micro nutrient kurang kecukupannya bisa menyebabkan berbagai gangguan tumbuh kembang anak," jelasnya lebih lanjut.

Salah satu gangguan tumbuh kembang anak yang saat ini menjadi prioritas utama pemerintah dan juga lembaga lain adalah  anak yang gagal tumbuh sesuai dengan usianya (stunting). Sebabnya bisa beragam, salah satunya gaya hidup kurang sehat hingga berkurangnya asupan gizi yang tidak terpenuhi.

"Stunting ini tidak hanya karena faktor keturunan, namun lebih dipicu karena pola gizi yang tidak seimbang. Dan ini menjadi perharian semua kalangan," lanjutnya.

Dalam acara diskusi yang diselenggarakan Danone dan PT Sarihusada Generasi Mahardika (SGM) , Stephanus juga tekankan jika tumbuh kembang anak terganggu bisa berakibat pada perkembangan otak anak yang bisa mempengaruhi kecerdasan anak.

Faktor penyebab stunting harus dihilangkan, sosialisasi kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat. Terutama ibu hamil, harus memahami gizi yang baik agar ibu dan janinya bisa tumbuh sehat.

Pasalnya untuk pencegahan stunting (gagal tumbuh) ini harus dimulai ketika anak masih di dalam kandungan. Sehingga ibu hamil disarankan kontrol rutin dan mengatur asupan gizi yang seimbang. Selain itu setiap  Puskesmas dan Posyandu memiliki data agar bisa dilaporkan ke pusat kesehatan sebagai bentuk pencegahan.

"Jika sampai anak mencapai usia 2 tahun si anak terdeteksi kurang gizi, dan mengalami stunting segeralah konsultasi secara intensif dengan dokter anak," pesannya.

Sementara itu Communications Director Danone di Indonesia, Arif Mujahidin mengatakan, Sari Husada berkomitmen  untuk mengatasi permasalahan nutrisi anak bangsa. Salah satunya bekerjasama dangan yayasan One oerth yang memiliki visi yang sama meningkatkan kualitas hidup masyarakat salah satunya dibidang kesehatan.

Permasalahan mengantisipasi gizi tidak  seimbang yang salah satunya mengakibatkan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Harus bergandengan tangan dengan pihak terkait lainnya seperti pemerintah dan juga stakeholder yang lain.

"Selain melalui produk, kita juga aktif melakukan pendampingan dan sosialisasi akan pentingnya pemenuhan gizi anak. Melakukan edukasi masalah gizi ibu dan anak salah satunya wahana di Taman Pintar Jogja," pungkasnya.

Kontributor : MG 1
Editor : Mahardika Hari
Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners