Rekomendasi

Kejari Selidiki Kasus Dana Desa, Asumsi Kerugian Mencapai Satu Miliar

Senin, 23 Juli 2018 : 16.52
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Kejaksaan negeri  (Kejari) Karanganyar, menyedidki kasus dugaan penyimpangan pelaksanaan alokasi dana desa (ADD).

Tim penyidik, masih terus bekerja dengan meminta sejumlah pihak. Hal tersebut dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanaganyar, Suhartoyo, usai menjadi inspektur upacara HUT Kejaksaan ke 58, Senin (3/07/018).

Menurut Kajari, dugaan dan asumsi kerugian Negara dalam kasus ini mencapai Rp1 miliar.Hanya saja, Kajari enggan meneyebut Desa mana yang diduag melakukan penyelewengan tersebut

“ Ini menyangkut hal yang dilakukan desa, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan sehingga kami tidak dapat memberikan penejelasan lebih lanjut,” kata Kajari.

Sementara itu, untuk kasus edu park, sampai saat ini masih dilakukan perbaikan oleh tim penyidik Polres Karanganyar.

Dijelaskannya, kasus edu park ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya yang telah menjalani proses persidangan dan telah divois oleh majelis hakim tindak pidana korupsi (Tipikor) Semarang. Ditambahkannya, dalam kasus edu park jilid dua ini, ada enam orang tersangka.

“Untuk kasus edu park, masih dalam proses perbaikan di tingkat penyidik Polres Karanganyar. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, akan kita tingkatkan statusnya menjadi penyidikan,” jelasnya.

Kepada sejumlah wartawan, Kajari juga mengungkapkan sejumlah keberhasilan  dalam menangani berbagai tunggakan  kasus, diantaranya eksekusi untuk menarik uang pengganti dan denda dalam kasus korupsi  mantan bupati karanganyar, Rina Iriani  sebesar  Rp8,3 miliar

“ Uang  denda dan pengganti dari mantan bupati Karanganyar seluruhnya sudah lunas,” tukasnya.’

Kajari juga berharap, ke depan, seluruh jajarannya dapat lebih meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat.


Kontributor: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi


Share this Article :

Berita Terbaru

Read More