Rekomendasi

Kisah Pilu Mulyadi Tidur Beratap Langit Saat Rumah Kontrakan Dilalap Api

Rabu, 11 Juli 2018 : 16.55
Loading...
SOLO - Mulyadi Mulyo Raharjo akrab disapa Mbah Mul (75), hanya bisa pasrah menerima nasib. Rumah petak kontrakan yang ditempatinya sekeluarga sejak 18 tahun silam, kini hangus tinggal menyisakan tembok tanpa atap setelah dilanda musibah kebakaran.

Bangunan yang luasnya hanya sekira 10 x 2,5 meter persegi, tempat ia berteduh bersama istri, dan 3 anak serta 1 cucu di Kampung Gurawan RT 03 / RW 07, Kelurahan / Kecamatan Pasar Kliwon, Solo ini, ludes terkena imbas kebakaran pabrik tekstil didekatnya

Hampir seluruh harta benda didalam rumah terbakar habis menjadi arang. Besarnya kobaran api saat kejadian telah memaksa upaya penyelamatan isi rumah tak dapat dilakukan. Ditaksir kerugian yang diderita Mulyadi dan keluarganya mencapai puluhan juta rupiah.

"Yang tersisa hanya beberapa peralatan dapur, dan pakaian yang menempel di badan. Diluar itu, semua habis terbakar. Surat - surat penting seperti Kartu Keluarga hingga ijazah anak saya, hangus tak bisa diselamatkan," tutur Mulyadi saat ditemui, Rabu (11/7/2018).

Duka bermula saat hari pencoblosan Pilgub Jateng pada Rabu, 27 Juni lalu. Tepat pada saat Tempat Pemungutan Suara (TPS ) di Kampung Gurawan akan mulai penghitungan suara, sebuah bangunan pabrik tekstil di kampung tersebut, tanpa ada yang mengetahui terbakar hebat.

Kontruksi bangunan yang terdiri dari kayu dan bambu, dalam hitungan menit luluh lantak akibat amukan api.

Naasnya, tiupan angin kencang menyebabkan jilatan api tidak hanya menghanguskan pabrik saja. Sedikitnya 4 rumah yang berhimpitan dengan tembok pabrik ikut terimbas kena sambaran si jago merah

Ada yang kejatuhan pilar-pilar pabrik hingga mengakibatkan atapnya roboh, ada pula yang hancur rata hanya menyisakan tembok saja. Rumah yang hancur itu, tak lain merupakan milik Mulyadi, dimana selama ini dihuni 6 jiwa. Bangunan rumah sempit milik kas RT tersebut tak mungkin lagi bisa ditempati.

Sejak kejadian, hingga kini pria tua itu terpaksa harus tidur di pinggir jalan kampung beratapkan langit dengan penutup terpal seadanya. Sementara, istri, anak dan cucu, numpang berteduh di teras rumah tetangga.

Di usia yang tak lagi produktif untuk bekerja, Mulyadi praktis tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk merenovasi kembali bangunan rumahnya.

"Kulo niki (saya ini -Red) nganggur. Yang bekerja untuk menghidupi keluarga, ya dari anak. Ada yang bekerja sebagai buruh pabrik, dan ada yang bekerja menjadi sales produk teh," ungkapnya.

Prihatin melihat kondisi tersebut, beberapa warga pun bersimpati dengan melakukan aksi kemanusiaan menggalang dana. Tercatat, mulai dari Lazismu Solo, MDMC Solo bersama Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Solo, serta warga Kampung Gurawan, bersinergi untuk memperbaiki rumah Mulyadi.

"Saya berterima kasih dengan adanya rencana bantuan itu. Harapan saya, rumah ini bisa saya tempati kembali," ujarnya lirih.

Informasi yang diperoleh dari Farid, tetangga Mulyadi, sesuai rencana, renovasi akan dilakukan secara gotong royong pada, Minggu (15/7/2018) mendatang. Dari desain dan perhitungan rencana anggaran belanja (RAB), diperkirakan untuk memperbaiki rumah keluarga Mulyadi butuh biaya sekira Rp. 15 juta.

"Setau saya, dua hari lalu baru ada rencana perbaikan. Hanya saja masih terkendala biaya. Untuk itu para relawan yang peduli dengan keluarga Pak Mulyadi sedang melakukan penggalangan dana," terangnya.

Selain itu, imbuh Farid, keluarga Mulyadi juga dijanjikan akan diberi bantuan oleh Pemkot Solo, hanya saja sampai sekarang belum ada kabar kapan realisasinya.


Kontributor : Sapto Nugroho
Editor : Mahardika Hari

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners