Rekomendasi

Kuasa Hukum Lima Aktivis Penolak Pencemaran PT RUM : JPU Abaikan Fakta Persidangan.

Jumat, 27 Juli 2018 : 17.22
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Sidang lanjutan kasus demo berujung anarkis di depan pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM), Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo dengan terdakwa lima aktivis telah memasuki agenda penuntutan.

Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut kelima terdakwa dengan hukuman berat, rata-rata penjara empat tahun

Salah satu tim kuasa hukum para terdakwa dari Peradi Solo, Badrus Zaman, dalam rilisnya kepada awak media, Jum'at (27/7/2018) mengatakan, tuntutan yang disampaikan JPU banyak mengabaikan fakta persidangan.

Diantaranya, bahwa para terdakwa bukan dalang aksi ricuh saat kejadian demo pada, Jum'at 23 Februari silam.

"Ketika kelima orang ini datang ke tempat kejadian, kondisi massa peserta demo sudah ricuh dan banyak kerusakan di sekitar halaman pabrik PT. RUM. Saksi-saksi yang dihadirkan pun menguatkan hal tersebut," kata Badrus

Menurut Badrus, keterangan kelima terdakwa saat diperiksa penyidik dan dijadikan dasar JPU dalam menyampaikan tuntutan dalam sidang di PN Semarang, Kamis (26/7/2018) kemaren, ada beberapa yang diarahkan dan dipaksakan untuk diakui sehingga mengaburkan fakta yang sebenarnya.

Sebelumnya, Selasa (24/7/2018) kelima orang aktivis telah didengar keterangannya sebagai terdakwa oleh hakim.

Kepada majelis hakim para terdakwa menyebut pemicu kericuhan hingga disertai perusakan lantaran massa kecewa, keinginannya untuk ditemui Bupati dilokasi demo tak terealisasi. Saat aksi demo di depan PT RUM digelar, Bupati dikabarkan sedang keluar kota.

"Penyebab kericuhan lain menurut keterangan terdakwa adalah adanya tindakan represif dari aparat TNI dan Polri. Terdakwa Sutarno dihadapan majelis hakim mengatakan, dia melihat ada warga yang ditarik masuk ke dalam PT.RUM oleh TNI.

Kemudian salah satu terdakwa lainnya, Mohammad Hisbun Payu menambahkan, ketika massa aksi sudah reda, tahu-tahu ada yang diambil, dibawa ke dalam PT RUM oleh aparat," ujar Badrus mengutip keterangan terdakwa

Kepada majelis hakim dalam persidangan, kelima terdakwa menyatakan bahwa mereka adalah korban terdampak pencemaran bau limbah PT.RUM yang berada di Desa Plesan. Aksi demo yang mereka lakukan semata-mata untuk memprotes atas menyebarnya bau limbah yang telah mengusik kenyamanan warga dalam beraktivitas sehari -hari.

"Sayangnya, dalam sidang kemarin (Kamis-Red) JPU justru menuntut kelima orang dengan hukuman yang berat. Ketiga orang Mohammad Hisbun Payu (Iss), Sutarno dan Brillian dianggap terbukti melakukan tindak pidana pasal 170 ayat (1) jo pasal 55 KUHP. Iss dituntut pidana 4 tahun 6 bulan penjara, sedangkan Sutarno dan Brillian dituntut 4 tahun penjara," papar Badrus.

Sedangkan dua terdakwa lainnya, Kelvin dan Sukemi dianggap terbukti melakukan tindak pidana pasal 187 ayat (1) dan Pasal 170 ayat (1) jo Pasal 55. Mereka dituntut pidana 4 tahun 6 bulan penjara.

"Ada beberapa perbuatan yang tidak terbukti dilakukan justru dimasukan dan seolah-olah menjadi fakta oleh JPU. Atas tuntutan ini, nanti pada sidang, Selasa, 31 Juli 2018 mendatang, kami dari tim penasehat hukum akan mengajukan pembelaan," pungkas Badrus.

Kontributor : Sapto Nugroho
Editor : Genta
Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners