Rekomendasi

Mantan Mendikbud Era SBY Tak Sependapat Kebijakan Zonasi Sekolah Diterapkan

Sabtu, 14 Juli 2018 : 15.03
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI tahun 2009 - 2014, Mohammad Nuh tak sependapat dengan kebijakan Mendikbud sekarang (Muhadjir Effendy) tentang zonasi sekolah yang sekarang ini diberlakukan, yang mana pada prakteknya telah memicu kegaduhan.

Terlepas dari tujuannya agar sistem zonasi dapat meratakan pendidikan di seluruh daerah, dan tidak ada lagi sekolah dengan status favorit atau tidak favorit. Namun Mendikbud di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mempunyai pendapat berbeda.

"Status favorit itu terbangun secara alami," katanya kepada awak media disela kegiatannya menghadiri pembukaan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggulan CT Arsa Foundation milik pengusaha nasional Chaerul Tanjung di Sukoharjo, Sabtu (14/7/2018).

Menurut M Nuh, sekolah favorit itu keniscayaan yang muncul karena perbedaan kualitas. Kalau saat ini dihilangkan, ia menyakini pada akhirnya nanti akan muncul lagi favorit baru,

"Perapan sistem zonasi telah menggeser aspek-aspek yang berada di samping pendidikan. Selain masalah wilayah, masyarakat selama ini menentukan pilihan sekolah, diantaranya dari kualitas guru, fasilitas dan historis, Masyarakat butuh waktu untuk penyesuaian," ujar pria kelahiran Surabaya 59 tahun silam ini

Ditegaskan M Nuh, bahwa kualitas siswa dengan kualitas sekolah saling berhubungan. Kualitas siswa kemungkinan menjadi bagus ketika bersekolah dengan kualitas bagus. Demikian sebaliknya, anak-anak berprestasilah yang membuat sekolah berstatus favorit.

"Kita semua tahu, anak kualitas bagus pengen dapat sekolah kualitas bagus, wajar aja. Begitu kena zonasi yang semula dia bisa masuk kualitas top ten, sekarang sudah enggak bisa," pungkasnya.


Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Rahayu
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More