Rekomendasi

Merespon Aduan Masyarakat, Satpol PP Sita Ratusan Botol Mihol Berbagai Merk

Jumat, 20 Juli 2018 : 15.06
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Ratusan botol minuman beralkohol (mihol) berbagai merk dan mihol tradisional berupa Ciu, sejenis arak dikemas dalam botol air mineral, disita Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukoharjo dari beberapa tempat dalam sebuah operasi.

Penyitaan dilakukan lantaran keberadaan warung atau toko yang menjual mihol tersebut telah meresahkan serta melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang peredaran mihol yang dijual tanpa ijin.

Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo dalam rilis barang bukti hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) di kantornya, Jum'at (20/7/2018) menyampaikan, operasi penegakan perda, pada prinsipnya dilakukan di seluruh wilayah kabupaten.

"Penyitaan barang bukti mihol dilakukan saat gelar operasi Kamis (19/7/2018), kemarin sore. Operasi sekaligus patroli rutin ini, juga atas laporan masyarakat tentang adanya peredaran mihol," terangnya.

Diungkapkan Heru, banyaknya barang bukti yang berhasil disita kali ini, diluar perkiraan. Selain ratusan botol mihol, petugas juga telah memusnahkan ribuan liter Ciu yang di simpan dalam jerigen besar.

"Ciu yang dalam jerigen langsung kami musnahkan dengan cara dibuang isinya dengan cara ditumpahkan," paparnya.

Dalam gelar operasi kali ini, dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukoharjo, target pertama adalah Kecamatan Weru dan Kecamatan Tawangsari dengan dua tim, yakni, tim penegakan perda dan tim trantibum. Dan hasilnya, dikatakan Heru, diluar perkiraan, sangat luar biasa.

"Pada awalnya kami perkirakan hanya beberapa botol, namun ternyata banyak sekali, terutama mihol jenis Ciu, dimana mihol jenis ini sering dijadikan minuman oplosan yang membahayakan kesehatan bahkan dapat menimbulkan korban jiwa," katanya

Selain menyita barang bukti, Satpol PP juga menjerat para pemilik warung yang menjual mihol tanpa ijin ini dengan pasal Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Adapun ancaman hukumannya bisa berupa denda, yang besarannya hingga ratusan juta rupiah.

"Nanti pengadilan yang akan memutuskan hukumannya, termasuk denda yang harus dibayar sesuai keputusan sidang. Dendanya cukup besar, dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah," pungkasnya.


Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi
Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners