Rekomendasi

Pemerintah Rebut Freeport, Oposisi Mencibir

Sabtu, 14 Juli 2018 : 15.13
Published by Hariankota
Ilustrasi
JAKARTA - Langkah maju yang dilakukan pemerintah Indonesia dengan adanya penandatanganan Head Of Agreement (HoA) pembelian saham sebesar 51 persen yang diwakilkan oleh Badan Usaha Milik Negara PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) dan PT Freeport Indonesia Kamis, (12/7/2018) justru menuai kontraversial.

Akhrom Saleh selaku Juru Bicara Komite Rakyat Nasional (Kornas) menyampaikan, hal yang biasa dalam sebuah teori kebijakan menuai pro-kontra, namun kali ini menurutnya justru dengan adanya kritikan dan pihak-pihak tertentu semakin terlihat siapa yang menjadi antek-antek Imprealisme lebih tepatnya antek Amerika Serikat dengan Freeportnya.

“Hal yang biasa ada kritikan dari pihak tertentu apalagi Freeport adalah lumbung uang, jadi mereka yang mengkritik pemerintah menurut saya terlihat kedok sesungguhnya, ya seperti kaki tangan asinglah,” ujarnya Akhrom Saleh yang juga Sekretaris Jenderal KORNAS, dalam rilis yang diterima hariankota.com, Sabtu (14/7/2018).

Lanjut Akhrom, dengan alasan apapun suka atau tidak suka pemerintah telah berhasil merebut kembali PT FI kepangkuan ibu pertiwi, terlepas dari persoalan lainnya.

“Faktanya dari masa ke masa tidak satupun pemimpin di Republik ini dapat merebut Freeport Indonesia, saya sebagai orang awam melihatnya justru keberhasilan pemerintah yang luar biasa. Sebab sudah 50 tahun kita dan masyarakat Papua tidak dapat menikmati hasil dari tambang Freeport” ucap Akhrom

Sambungnya menambahkan, meminta kepada pihak-pihak yang mencibir untuk berpikir panjang bahwa keberhasilan pemerintah merebut Freeport sebagai bagian upaya pemerintah untuk mensejahterakan rakyat Indonesia.

“Tinggal kita kawal aja, kembalinya tambang emas terbesar itu ke Indonesia semoga untuk mensejahterakan masyarakat Papua, Bangsa dan Negara,” tegas pria kelahiran Kota Palembang ini.

Tutup Akhrom yang akrab disapa Doni ini menambahkan, bila mau menuntut kesempurnaan dia rasa terlalu sempit pemikiran dan pemahaman mereka dalam melihat persoalan ini.


Reporter: Gunadi
Editor:Gunadi
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More