Rekomendasi

Ramu Dan Jual Obat Tanpa Ijin, Tak Berkutik Di Keler Polisi

Rabu, 25 Juli 2018 : 20.32
Published by Hariankota
SUKOHARJO -  Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Sukoharjo menangkap seorang warga berinisial ATS (50) disebuah rumah di Dukuh Bangkekan RT 02/04, Kelurahan Kenep, Kecamatan / Kabupaten Sukoharjo. Penangkapan berdasarkan hasil penyelidikan atas laporan masyarakat tentang dugaan perdagangan obat palsu.

"ATS sendiri merupakan warga Perum Griya Wonorejo,Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar," ungkap Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi saat rilis hasil pengungkapan kasus di Mapolres setempat, Rabu (25/7/2018).

Selain menjual obat palsu, tersangka juga meramu sendiri tanpa ijin BPOM. Modusnya beberapa obat legal dibeli dari apotik lantas diramu serta dikemas dengan diberi nama dagang sendiri untuk kemudian dijual secara bebas ke masyarakat. Kepada calon pembeli, tersangka menyakinkan bahwa obat tersebut mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.

"Dalam satu kemasan kecil obat ramuan tersangka terdiri, campuran empat macam jenis obat yang dibeli dari apotik berupa tablet dan pil. Obat diracik tanpa menggunakan takaran atau dosis dari dokter,” papar Kapolres

Dari keterangan pelaku kepada petugas, aksi meramu dan menjual obat ilegal sudah dilakoninya selama dua tahun terakhir. Adapun pelanggannya disebutkan, selain tetangga sendiri, obat ramuan juga diedarkan ke wilayah kecamatan  lain.

Bersamaan penangkapan ATS, petugas juga mengamankan barang bukti ribuan kemasan obat hasil ramuan ilegal yang selama ini disebutkan dapat mengobati berbagai macam penyakit seperti asam urat, rematik, sakit pinggang, nyeri otot, pegal linu, dan beberapa penyakit lainnya.

"Merk obatnya macam - macam, seperti, Super Ampuh, Spesial, dan Obat Kecetit (keseleo). Namun, setelah dicek ternyata pelaku hanya mengganti bungkus mereknya saja, sedangkan isi obatnya sama dengan kemasan obat yang lainnya,” terang Kapolres.

ATS yang ditangkap pada Sabtu (14/7/2018) lalu ini, ditambahkan Kasatres Narkoba Polres Sukoharjo, AKP AA Gede Oka, selama menjalankan aksinya, ATS menjual satu strip obat ilegal yang berisi 10 kemasan seharga Rp7.500, dengan keuntungan tiap stripnya Rp1.500.

"Untuk kasus ini, pelaku dijerat UU Kesehatan No 36 tahun 2009 Pasal 106 ayat 1 dan atau pasal 98 ayat 2. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp, 1,5 miliar," tandas Oka.


Kontributor: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners