Rekomendasi

Ribuan Penumpang dari Adisutjipto Gagal Terbang ke Bali

Rabu, 18 Juli 2018 : 23.12
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Erupsi Gunung Agung yang terjadi Jumat (29/6) membuat jalur penerbangan menuju Bandara IG Ngurah Rai Denpasar, ditutup sementara. Akibatnya 1.736 penumpang dari Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta, tujuan Bandara IG Ngurah Rai Denpasar, tidak bisa terbang.

Para penumpang berbagai pesawat ini gagal terbang, karena adanya penutupan Bandara IG Ngurah Rai akibat erupsi Gunung Agung.

''Penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar ini mengacu NOTAM A2551/18 tanggal 29 Juni 2018 mulai pukul 03.00 WITA s.d 19.00 WITA due to volcano ash,'' jelas Humas PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Liza Anindya, Jumat (29/6).

Lisa menyebutkan, penerbangan dari Yogyakarta yang dibatalkan itu antara lain Garuda dari Denpasar dua penerbangan dengan jumlah penumpang 301 orang dan dua penerbangan dari Yogyakarta tujuan Denpasar dua penerbangan dengan 244 penumpang.

Air Asia, dua penerbangan dari Denpasar (380 penumpang) dan dari Yogyakarta tujuan Denpasar dua penerbangan (380 penumpang). Sedangkan Lion Air satu penerbangan dari Yogyakarta (215 penumpang) dan satu penerbangam dari Denpasar (46 penumpang).

"Nam Air juga dua penerbangan satu dari Yogyakarta dengan 120 penumpang dan dari Denpasar dengan 90 penumpang," katanya. Adapun pilihan kompensasi yang diberikan airline kepada calon penumpangnya berupa refund ataupun reschedule.

Sementara para penumpang Lion Air Group bisa sedikit lega, karena Lion Air Group memberikan kebijakan khusus. Bagi pelanggan yang terganggu perjalanannya di Bali, yaitu pengembalian dana (full refund) secara penuh senilai nominal yang dibayarkan pelanggan pada saat pemesanan/pembelian tiket pesawat.

Menurut Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Air Group dalam siaran persnya menyebutkan, kebijakan bagi pelanggan yang berada di luar Bali sesuai Standart Operation Procedure (SOP).

Yaitu, pengembalian dana mengacu pada aturan pemerintah untuk 'force majeure' yang terdapat dalam PM 185 tahun 2015 pasal 10 poin 3c, bahwa untuk penerbangan dengan kelompok layanan no frills (low cost carrier/ LCC) dilakukan pemotongan biaya administrasi 10% dari harga tiket dasar (basic fare) yang telah dibayarkan oleh pelanggan.

Sementara perubahan jadwal penerbangan (reschedule), tanpa dikenakan biaya tambahan. Lion Air Group akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam memberikan keterangan sesuai situasi terkini.

Operasional Lion Air Group akan berjalan normal kembali setelah bandar udara di Denpasar, Bali dinyatakan aman (safety) untuk penerbangan.


Reporter: Prabowo
Editor: Rahayu
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More